Edisi 19-03-2016
Ekonomi Harus Dibangun dari Bawah


JAKARTA – Strategi ekonomi Indonesia harus segera diubah agar banga ini lebih cepat menjadi negara maju. Selama ini ekonomi masih terpusat pada kalangan menengah atas, akibatnya kesenjangan melebar dan ekonomi pun bergerak lambat karena hanya ditopang oleh masyarakat menengah atas yang jumlahnya sekitar 30% dari penduduk.

”Ekonomi kita selama ini terpusat pada kalangan elite, karena kita fokusnya kepada proyek-proyek besar, jadi yang dapat juga orang besar,” kata Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat bertemu dengan Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan kemarin.

HT mengatakan, selama ini kalangan masyarakat bawah yang jumlahnya 70% justru tidak mendapatkan perhatian. ”Kalau kita mau cepat, masyarakat menengah ke bawah ini harus tumbuh lebih cepat dari menengah atas,” katanya. Cara yang bisa dilakukan untuk mengangkat kalangan menengah ke bawah ialah memberikan mereka perlakuan khusus, di antaranya kemudahan untuk mendapatkan akses modal dengan bunga pinjaman yang murah, pelatihan keterampilan, dan proteksi.

HT mencontohkan proteksi yang dimaksud seperti perlindungan bagi petani dari serbuan produk impor. ”Setiap panen keran impor dibuka, harga jatuh dimainkan sama tengkulaktengkulak,” katanya. Seharusnya saat panen petani dilindungi dari impor agar harga hasil tani mereka tidak jatuh.

HT menjelaskan, dengan kondisi masyarakat bawah bisa naik kelas, jumlah kalangan masyarakat atas akan bertambah besar. Akhirnya mereka akan menjadi penggerak ekonomi nasional. Adapun hal yang dibutuhkan masyarakat mapan adalah kepastian aturan sebab mereka sudah sanggup untuk bersaing.

HT mengatakan, Partai Perindo telah melakukan sejumlah program untuk membantu masyarakat kecil. ”Sebagai partai politik, kami ingin bagaimana petani, UMKM, nelayan bisa meningkat kesejahteraannya,” tuturnya. Perindo melakukan pembinaan terhadap ribuan UMKM.

Saat ini partai berlambang rajawali ini juga telah menyiapkan 10.000 gerobak usaha untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia. Tidak itu saja, selanjutnya UMKM binaan Perindo akan diberikan pelatihan dan pendampingan. Pertemuan HT dengan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara juga membahas pelestarian budaya tradisional.

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mengatakan, dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara, kerajaan-kerajaan Nusantara diharapkan tetap berpegang teguh pada pelestarian serta mempertahankan tradisi sesuai dengan zaman. Pelestarian budaya Nusantara mesti menjadi perhatian semua pihak. Namun dia menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kelestarian budaya. ”Pemerintah itu bertanggung jawab langsung terhadap kelestarian itu semua,” ujarnya.

dian ramdhani

Berita Lainnya...