Edisi 19-03-2016
Jokowi dan SBY Saling Serang


JAKARTA– Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak ke area proyek Hambalang di Bogor, Jawa Barat dinilai bukan sekadar upaya menunjukkan perhatian pada pembangunan infrastruktur yang terbengkalai.

Lebih dari itu, kunjungan tersebut bermuatan politis, yakni menyerang balik mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebelumnya, dalam Tour de Java, SBY mengeluarkan sejumlah pernyataan yang dianggap menyerang pemerintah. Beberapa pernyataan dimaksud di antaranya terkait kisruh PSSI yang tidak kunjung selesai, tudingan adanya campur tangan pemerintah dalam penyelesaian masalah Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), soal kegaduhan di internal Kabinet Kerja. Pandangan demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dan Direktur Indonesia Public Policy Institute (IPPI) Agung Suprio.

Qodari mengatakan, di satu sisi kunjungan Jokowi ke Hambalang menunjukkan komitmennya memperhatikan pembangunan infrastruktur, termasuk dalam hal fasilitas penunjang olahraga nasional. Dengan menyampaikan kesedihan atas kondisi proyek Hambalang dan berkomitmen akan mengambil keputusan soal perlu atau tidak proyek dilanjutkan, maka jelas bahwa Jokowi punya perhatian besar atas proyek tersebut.

”Tetapi ini bisa ditafsirkan juga sebagai kritik balik atau pesan sindiran terhadap SBY,” kata Qodari saat dihubungi KORAN SINDO kemarin. Qodari mengungkapkan, dalam pernyataannya, Jokowi memang tidak secara langsung menyalahkan pengelolaan anggaran triliunan oleh pemerintahan SBY.

Namun, publik akan langsung menafsirkan secara politis karena proyek tersebut dilakukan pada era SBY. Bahkan, yang terlibat korupsi atas proyek tersebut adalah kader elite Partai Demokrat, yakni Andi Alifian Mallarangeng dan M Nazaruddin. ”Jadi, ya memang itu (proyek Hambalang) menjadi concern Presiden.

Tapi dari sisi politik, itu bisa ditafsirkan sebagai sindiran. Citra positif pada agenda SBY Tour de Java seolah musnah dengan sekali kunjungan Jokowi ke Hambalang,” ujarnya. Direktur IPPI Agung Suprio mengatakan, siapa pun presiden saat ini pasti menyayangkan tragisnya proyek Hambalang yang menghabiskan uang triliunan rupiah, tapi pembangunannya tidak tuntas.

Namun, dia juga melihat langkah Jokowi sidak ke Hambalang tidak terlepas dari konteks politik yang sedang terjadi. ”Ini bisa dikatakan satu langkah cerdik Jokowi untuk mematikan pesona SBY dan Demokrat yang selama 30 hari melakukan Tour de Java,” ujarnya kemarin. Menurut dia, jika Jokowi hanya berhenti dengan sekadar mengatakan prihatin atas proyek tersebut, lalu tidak menindaklanjuti, maka dugaan bahwa dia hanya ingin mematikan pesona SBY menjadi terbukti.

”Tapi sebaliknya, kalau nanti Jokowi ternyata memang mengubah proyek Hambalang menjadi bangunan bagus, membereskannya agar bisa digunakan, artinya dia berhasil. Dia diuntungkan secara pencitraan, meski itu akan buruk buat citra SBY dan Demokrat,” papar pengamat politik dari Universitas Indonesia ini.

Dalam pandangan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kunjungan Jokowi ke Hambalang sama sekali tidak bertujuan untuk menyindir ataupun mengkritik balik pemerintahan sebelumnya. Namun jika publik lantas menafsirkan itu secara politis, PDIP tidak menyalahkan. ”Di situlah kemudian kita semua patut belajar bahwa sesama pemimpin agar sama-sama mawas diri.

Karena rakyat sekarang sudah cerdas dan cermat dalam melihat dinamika yang terjadi, dalam melihat tutur dan laku politik para pemimpinnya,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kemarin. Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul meminta semua pihak untuk melihat secara positif kunjungan Presiden Jokowi ke proyek Hambalang.

Menurut Ruhut, energi bangsa ini harus diarahkan untuk maju ke depan, bukan menengok ke belakang yang tidak ada ujungnya. ”Karena kalau soal sedih, tentu kami Partai Demokrat yang paling sedih atas masalah ini. Tapi atas adanya penyimpangan, semuanya sudah diproses hukum. Jadi, mari kita melihat ke depan. Kita dukung Presiden Jokowi untuk melanjutkan pembangunan,” kata Ruhut.

Sidak Proyek Hambalang

Presiden Jokowi secara mendadak mengecek langsung kondisi aset negara di proyek Hambalang setelah mendapatkan laporan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Setelah melihat langsung, Presiden yang didampingi Menpora dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono mengaku sedih karena aset negara yang memakan anggaran triliunan rupiah tersebut terbengkalai. ”Sedih melihat aset negara di proyek Hambalang mangkrak. Penuh alangalang. Harus diselamatkan,” demikian tulis Presiden dalam akun resmi Presiden Jokowi @Jokowi, kemarin.

rahmat sahid

Berita Lainnya...