Edisi 19-03-2016
Dilakukan Di Berbagai Negara


Dengan kebijakan plastik berbayar, Indonesia kini tergabung dalam masyarakat global yang telah menerapkan kebijakan plastik berbayar terlebih dulu. Salah satu negara yang menjadi awal mula kebijakan ini ialah negara Bangladesh.

Negara kecil yang berada dekat dengan India ini menerapkannya pada 2002 silam sebagai dampak banjir bandang 1998 yang telah merendam 2/3 negara itu. Penyebab terbesarnya ialah karena saluran air yang tersumbat kantong plastik. Setelah itu, banyak negara lain yang akhirnya mulai serius dengan dampak kantong plastik di negaranya.

Seperti di negara berpenduduk terbesar dunia, Tiongkok, yang telah membatasi kantong plastik sejak 2008. Tiga tahun setelah diterapkan, Tiongkok melaporkan 24 miliar kantong plastik telah turun daripada sebelumnya. Negara maju di Eropa pun telah mengurangi penggunaan sampah kantong plastik hingga 90% per tahunnya.

Bahkan, negara di benua hitam Afrika pun tak kalah cepat menerapkan pembatasan kantong plastik. Tujuh tahun semenjak diterapkan, Afrika Selatan telah menurunkan hingga 44% penggunaan kantong plastiknya. Saat ini telah belasan negara di Afrika yang melarang sebagian hingga total untuk memproduksi dan menggunakan kantong plastik.

Di Indonesia, dengan penerapan Rp200 per kantong plastiknya, pemerintah melalui surat edaran mengimbau kepada masing-masing ritel agar dana kantong plastik yang terkumpul menjadi dana publik. Peritel bersama lembaga nonprofit akan melakukan kegiatan lingkungan dari dana tersebut.

Berita Lainnya...