Edisi 19-03-2016
Tularkan Semangat Peduli Lingkungan


Dinamika perkembangan teknologi telah berdampak dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Jika melihat aktivitas di Ibu Kota yang dipenuhi beragam kendaraan bermotor, teknologi merupakan salah satu solusi yang tepat bagi para pesepeda maupun pejalan kaki (pedestrian).

Kemunculan aplikasi berbasis komunitas seperti Squee menjadi bukti bahwa masih ada peluang bagi komunitas dan individu yang gemar bersepeda untuk saling bertukar pikiran dan melakukan tur bersama. Masing-masing komunitas yang mengakses Squee dapat terintegrasi, bertemu di satu titik, dan saling bertukar pikiran.

Beberapa fitur Squee , yakni tur bersama, baik menggunakan sepeda maupun jalan kaki dan navigasi untuk mencari rute. Meski masih dalam tahap pengembangan, peluncuran Squee di Android ditargetkan pada Mei atau Juni 2016. Managing Director Squee Arlene Nathania berharap aplikasi tersebut dapat meningkatkan pengalaman masyarakat sebagai pengguna transportasi aktif.

Maksudnya, pesepeda atau pejalan kaki (pengendara motor atau mobil tergolong pengguna transportasi pasif). Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya warga Jakarta, agar tidak bersepeda sebatas hobi saja. De - ngan demikian, penularan cara pandang atau gaya hidup sehat melalui bersepeda dapat tersalurkan ke komunitas dan individu lainnya.

Mindset dan urban culture yang baru, me - nurut Arlene, perlu dita - namkan agar sedikit demi sedikit pengguna transportasi pasif dapat beralih ke sepeda. Tidak perlu jauh-jauh karena dapat dimulai dengan perjalanan jarak dekat. “Saya ingin kultur ini lebih solid lagi.

Kalau mereka (komunitas) lebih solid, mempunyai wadah untuk ngobrol dan saling kenal, serta bisa menularkan ideologinya ke komunitas yang lain. Nantinya lingkungan kota juga pelan-pelan berubah. Misalnya, pesepedanya lebih banyak, pembaruan trotoar, dan lebih banyak pohon. Menurut saya, pohon juga faktor penting agar kota jadi sejuk,” katanya.

Tak hanya itu, pembangunan transportasi di Jakarta sekarang ini menjadi kesempatan bagi masyarakat agar nyaman menggunakan transportasi umum. Kelengkapan kebutuhan, seperti tersedianya MRT, KRL, dan rute khusus untuk bersepeda diharapkan dapat terwujud.

“Jadi, semoga jalan kaki dan sepeda yang sekarang hanya bisa jalan untuk jarak pendek, nanti ketika diintegrasikan dengan konsep transit itu, bisa untuk jangka panjang. Secara keseluruhan dapat mengurangi penggunaan mobil, disesuaikan dengan kebutuhan,” tutur Arlene.

LANI DIANA
Mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara

Berita Lainnya...