Edisi 19-03-2016
Obama Siap Kunjungi Kuba


WASHINGTON– Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan mendarat di Havana pada Minggu (besok) sebagai simbol pemulihan hubungan dengan negara komunis itu.

Kunjungan itu akan menjadi lawatan bersejarah setelah 50 tahun hubungan Washington- Havana yang selalu mengalami ketegangan. Saat Air Force One mendarat di Havana, Obama akan menjadi presiden pertama AS yang mengunjungi Kuba sejak Calvin Coolidge berkunjung dengan kapal perang pada 1928 atau sebelum penemuan penisilin dan pulpen.

Obama mengajak Michelle dan putrinya, Sasha dan Malia. Selama di Kuba, Obama akan menggelar tur dan berbicara langsung dengan Presiden Raul Castro. Lawatan Obama itu merupakan puncak 18 bulan negosiasi rahasia yang berdampak langsung terhadap dibukanya hubungan diplomatik dan pembukaan kembali kedutaan besar AS di Havana pada Agustus lalu.

Presiden AS ke-44 akan menggelar perundingan dengan pemerintahan komunis, tetapi Gedung Putih menegaskan, kunjungan itu bertujuan untuk mendekati rakyat Kuba secara langsung. Obama akan bertemu dengan penduduk Kuba, pengusaha, dan menyampaikan pidato pada Senin (21/3) yang disiarkan langsung di radio dan televisi.

”Kita melihat pidato ini sebagai momen unik dalam sejarah negara kita,” kata Ben Rhodes, arsitek diplomasi AS dengan Kuba dan penasihat kebijakan luar negeri Obama, dilansir AFP. Apa yang akan dibicarakan Obama di Kuba? Dia diperkirakan akan mengungkapkan hal yang umum untuk kerja sama kedua negara. Fokus utamanya adalah mendorong terjadinya keterbukaan.

Dalam daftar kunjungan Obama, dia akan memberikan penghormatan kepada Jose Marti-pahlawan Kuba yang mengasingkan diri ke New York saat memperjuangkan kemerdekaan melawan Spanyol. Dia juga akan menonton pertandingan baseball antara Tampa Bay Rays dan tim nasional Kuba.

Baseball merupakan olahraga yang digemari kedua negara. Gedung Putih berharap kunjungan Obama akan meningkatkan diplomasi dengan seluruh negara Amerika Latin lainnya. Lawatan itu juga menjadi legasi paling positif dibandingkan dengan mantan Presiden George W Bush yang meninggalkan warisan Perang Irak dan Afghanistan. Obama berusaha mengganti retorika kasar dalam diplomasi AS dengan Amerika Latin dengan model yang lebih humanis.

”Kita melihat pemulihan diplomasi dengan Kuba akan mencoba menghilangkan racun peran AS pada politik sayap kiri perpolitikan di Amerika Latin,” kata Rhodes. Sebenarnya dengan menggelar kunjungan ke wilayah yang berjarak 150 km dari Selat Florida, Obama ingin menghapus stereotip jelek tentang Kuba di benak warga AS.

Strategi Obama dengan menggelar kerja sama ekonomi juga diharapkan bisa membuka peluang reformasi politik dengan banyaknya warga AS yang berlibur ke Kuba, peningkatan perdagangan dan kontak dengan warga Kuba secara langsung. Warga AS masih melihat Kuba seperti pernyataan Presiden John F Kennedy, ”pulau yang dipenjara”.

Kuba kerap disamakan dengan pemerintahan yang represifdan komunisme. Saat Obama berkuasa, dia berusaha membongkar stereotip yang dipopulerkan Kennedy. Obama menganggap proses negosiasi dengan musuh lama AS itu berjalan beriringan dengan perundingan nuklir Iran yang juga menemui solusi.

Tercatat ada 1,8 juta warga Kuba Amerika dan Kuba memiliki populasi 11 juta. AS dan Kuba menandatangani kesepakatan mengizinkan penerbangan komersial harian dari AS ke pulau itu untuk pertama kali dalam lebih 50 tahun pada Februari lalu. Sementara, sebelum menggelar lawatannya ke Kuba, Obama menulis surat kepada Ileana Yarza, warga Kuba yang berusia 76 tahun. Surat Obama itu merupakan balasan atas surat Yarza yang dikirim ke Gedung Putih pada Februari lalu.

Surat Obama itu menandai pemulihan layanan pos antara Kuba dan AS. ”Saya mengapresiasi dukungan kamu selama bertahuntahun. Saya berharap catatan ini- yang akan sampai ke tempatmu dalam paket pos pertama antara AS-Kuba dalam 50 tahun terakhir-menjadi pengingat babak baru yang lebih baik antara kedua bangsa,” demikian bunyi surat Obama kepada Yarza. ”Saya akan mengunjungi Kuba untuk meningkatkan hubungan dan menonjolkan nilainilai bersama.

Saya akan menikmati satu cangkir kopi Kuba,” imbuh Obama dalam suratnya. Sedangkan surat yang ditulis Yarza berisi ajakan kepada Obama untuk menikmati secangkir kopi Kuba di rumahnya di Vedado. ”Saya pikir tidak banyak rakyat Kuba yang senang bertemu dengan Anda,” ungkap Yarza. Dia juga memuji Obama sebagai presiden yang menakjubkan dan selalu tersenyum untuk memenangkan hati rakyat Kuba.

nararya/arvin

Berita Lainnya...