Edisi 19-03-2016
Makam Istri Firaun Akan Terkuak


KAIRO – Pencarian makam Ratu Nefertiti menemui titik terang. Para arkeolog berhasil menemukan ‘bahan organik’ di dalam ruang kosong di belakang dua dinding makam Raja Tutankhamun.

Menteri Purbakala Mesir Mamdouh el-Damati mengatakan, pemindaian dengan radar pada bulan November lalu memperlihatkan adanya ‘beberapa hal di balik dinding’. Upaya pemindaian yang lebih canggih akan dilaksanakan akhir bulan ini untuk memastikan apakah ruang kosong di balik dinding merupakan kamar. Sebelumnya, pemindaian awal pada makam Raja Tutankhamun menyibak dua kamar tersembunyi di belakang makam putra raja.

”Ya, kita mendapatkan ruang kosong, tetapi tidak kosong seluruhnya. Ada beberapa materi organik dan metal,” kata Damati. ”Kami bisa mengatakan 90% lebih bahwa ada kamar di sana. Namun, saya tidak akan melangkah lebih lanjut sampai 100%,” imbuh Damati, dikutip Reuters . Ketika ditanya materi organik di dalam makam itu adalah mumi? ”Saya tak bisa mengatakan hal itu.

Saya hanya bisa mengatakan, kita memiliki beberapa materi organik,” jawab Damati. Dia mengungkapkan, kementeriannya akan melakukan kembali uji coba radar akan dilaksanakan pada 31 Maret mendatang. Bagi Damati, kemungkinan ditemukannya kembali makam Nefertiti amat penting bagi sejarah Mesir dan juga dunia. ”Bagi Mesir, itu merupakan penemuan besar, mungkin penemuan terbesar dalam satu abad,” tambahnya.

Seorang ahli Mesir kuno lain asal Inggris, Dr Nicholas Reeves, yakin jenazah Tutankhamun- yang wafat 3.000 tahun lalu pada usia 19 tahunmungkin dimakamkan terburu- buru di kamar bagian luar dari yang mestinya makam Nefertiti. Reeves mengatakan pada awal 2015, Nefertiti mungkin dikubur di sana.

Klaim itu setelah dia menguji hasil pemindaian makam Raja Tutankhamun yang terletak di Lembah Para Raja di Luxor, Mesir selatan. ”Ada petunjuk dalam desain makam yang mengindikasikan bahwa makam ratu memang di sekitarnya,” kata Reeves, profesor asal Universitas Arizona.

Namun, teori yang diajukam Reeves masih awalan. Banyak pakar arkeologi Mesir menyarankan agar Reeves berhati-hati dalam menyimpulkan teorinya. Pasalnya, banyak arkeolog percaya, mumi Nefertiti sudah ditemukan pada 1898 dan kini disimpan di Museum Mesir di Kairo.

andika hendra m

Berita Lainnya...