Edisi 19-03-2016
Polisi Sita 46 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi


CIREBON - Tim dari Mabes Polri menggerebek sebuah rumah kontrakan di Blok A-2 Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL), Kota Cirebon, Jawa Barat.

Sebanyak 46 kilogram sabu-sabu dan 200.000 butir pil ekstasi disita. Berdasarkan informasi, rumah bercat putih di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Wanacala, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, yang digerebek polisi itu milik Bayu. Diduga, rumah yang dikontrak sepasang suami istri tersebut menjadi gudang penyimpanan narkoba jaringan internasional.

Penyelundupannya disinyalir melalui jalur laut. Dalam penggerebekan polisi menangkap tiga orang. Muhamad Rizki dan Wulan Lestari, warga Desa Kadu Agung, Kecamatan Karang Kancana, Kabupaten Kuningan; serta Fajar Priyo Susilo, warga Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Dalam peredaran barang haram itu Rizki dan Fajar berperan sebagai penjemput dari kapal di Pelabuhan Cirebon, penjaga gudang, dan kurir. Adapun Wulan, bersama tersangka Rizki dan Fajar, mengantar barang ke Jakarta untuk konsumen.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Rabu (16/3) malam itu polisi menyita sejumlah barang bukti: sabu-sabu 46 kg, 200.000 butir pil ekstasi yang dikemas dalam bungkus makanan kucing, satu dus alumunium foil, empat set alat isap, satu set alat hitung pil ekstasi, satu unit mobil Daihatsu Terios warna hitam dengan nomor polisi B 2129 JA, serta satu unit sepeda motor Honda.

”Rabu sore sebelum penggerebekan ada empat orang berpakaian preman mondar-mandir di depan rumah milik Pak Bayu. Saya sempat menghampiri dan bertanya ada keperluan mereka, tapi mereka hanya menunjukkan kalung berlogo polisi tanpa berkata apa pun,” ungkap sekuriti perumahan, Wawan, yang menyaksikan langsung penggerebekan.

Agaknya petugas tengah mengintai rumah sasaran mereka yang masih kosong. Malam harinya sebuah mobil Terios hitam meluncur ke arah rumah. Ketika itulah polisi yang berjaga di sekitar perumahan langsung menyergap tiga orang yang ada dalam mobil. Ketiganya langsung digelandang ke dalam rumah.

Selanjutnya polisi menggeledah rumah kontrakan itu disaksikan Wawan dan seorang tetangga rumah, Arif. Di kamar belakang polisi menemukan sabu-sabu dan ekstasi. Para pelaku kemudian sempat diamankan di rumah tersebut selama sehari semalam guna pengembangan.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan para pelaku diborgol. Setelah pengembangan polisi menangkap seorang pelaku lain di sebuah rest area di tol Cipali, tepatnya di Cikampek, bersama barang bukti sabusabu dan ekstasi. Sehari berikutnya, Kamis (17/3) malam, para pelaku dievakuasi dari rumah di BCL ke Mabes Polri guna menjalani proses lebih lanjut.

”Setelah ditangkap ketiga orang itu tak langsung dibawa, tapi ditahan di rumah itu dulu. Mungkin menunggu pelaku lain dan ternyata besoknya (Kamis malam), polisi datang lagi membawa satu orang. Mereka pun kemudian dibawa pergi polisi dan rumah itu dipasangi garis polisi,” tutur Wawan.

Wakapolres Cirebon Kota Kompol Sharly Sholu membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Bahkan, dia turut menyaksikan evakuasi para pelaku.”Namun, untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Mabes Polri saja,” kata Sharly. Menurut informasi, para pelaku baru mengontrak rumah tersebut kurang dari dua pekan. Pemilik rumah itu, Bayu, berada di Yogyakarta.

Para pelaku yang menghuni rumah tersebut jarang pulang atau hanya sesekali datang pada malamhari. Sabu dan ekstasi itu diketahui diselundupkan melalui jalur laut menggunakan kapal kargo Bahari 1, yang mengangkut sagu dengan jalur pelayaran dari Selat Panjang, Riau, menuju Cirebon. Kapal ini sudah bersandar di Pelabuhan Cirebon sejak Sabtu (12/3 ).

Kepala Seksi Penindakan dan Kepatuhan Bea Cukai Cirebon, Indra Wijaya, mengaku tak mengetahui kapal barang itu berisi narkoba. Bea Cukai pun tak berwenang memeriksa kapal tersebut. ”Tidak tahu ada narkoba keluar dari pelabuhan,” kilahnya kemarin. Kapal antarpulau bukan kewenangan mereka.

Bea Cukai hanya menangani kapal ekspor impor dan kapal pengangkut tembakau. Saat ini kapal yang bersandar di Dermaga 1 Muara Jati Pelabuhan Cirebon itu belum dipasangi garis polisi. ”Kalau sudah ada perintah dari Mabes baru dipasang,” kata anggota Unit Penegakan Hukum Polair Polda Jabar Iptu Casanto.

Salah satu tetangga rumah pelaku, Arif, yang sempat menyaksikan penggerebekan, tak menyangka rumah itu dijadikan gudang penyimpanan narkoba. Sepengetahuannya tak ada aktivitas mencurigakan selama kurang dari dua minggu rumahituditempatipara pelaku.

Namun, pada hari penggerebekan itu mereka memang tampak memindahkan dus-dus ke dalam rumah. ”Sepertinya mereka suami istri dan satu orang lagi sopirnya. Setahu saya, dus-dus itu berisi peralatan rumah tangga, maklum kan baru pindahan,” tutur Arif.

erika lia

Berita Lainnya...