Edisi 19-03-2016
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pemeliharaan Drainase


JAKARTA – Polda Metro Jaya segera merampungkan kasus pencurian kabel di gorong-gorong sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Selama sepekan ini polisi bekerja ekstrakeras.

Setelah itu polisi akan menyelidiki dugaan korupsi pemeliharaan saluran air. Kasubdit Tipikor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ferdy Iriawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap saksi dari Suku DinasTata Air Jakarta Pusat, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, PLN Jakarta Raya, dan Telkom.

”Hari ini kami lakukan gelar perkara terkait kasus pencuriannya dulu,” ujarnya kemarin. Menurut dia, langkah penyelidikan dugaan korupsi pemeliharaan saluran air dengan mempelajari data dari Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat. ”Kami sudah minta data anggarannya,” ucapnya. Penyidik meminta Kasudin Tata Air Jakarta Pusat menyerahkan data anggaran pemeliharaan saluran air mulai 2010 - 2016.

Tahun ini saja anggaran pemeliharaan memakan biaya Rp49 miliar. Polisi akan mencari tahu mengapa bisa saluran air di ring satu Jakarta tidak terurus, padahal anggarannya besar. Sebelumnya Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi terkait penemuan sampah kulit kabel di goronggorong di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid mengatakan, ada tiga lokasi yangdilakukanrekaulangdalam kasus tersebut. ”Di Jalan Abdul Muis, Jalan Agus Salim, dan pos polisi patung Merak,” sebutnya. Menurut Vivid, rekonstruksi di Jalan Abdul Muis diperagakan 14 adegan oleh para tersangka.

Terungkap saat itu mereka masuk ke goronggorong untuk mengambil sisa kabel pada pagi hari atau ketika lingkungan sekitar sepi dan keluar pukul 20.00 WIB. Ada enam orang yang ditetapkan tersangka kasus pencurian tembaga kabel. Mereka berinisial STR, 45, MRN, 34, SWY, 45, AP, 28, RHM, 43, dan AT, 48. RHM dan AT merupakan residivis dalam kasus pencurian di rumah musisi Piyu Padi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Pusat Idris DN menuturkan, berdasarkan perkiraannya, saluran dikawasan ring satu belum pernah dibersihkan sejak 5-6 tahun lalu. Pihaknya telah menurunkan enam unit tim di antaranya unit pompa, unit blower, dan unit quick response . Untuk menuntaskan sampai habis dan benar-benar steril, penanganannya membutuhkan waktu. ”Ini tidak gampang karena lumpur mengendap bertahun- tahun,” katanya.

helmi syarif

Berita Lainnya...