Edisi 19-03-2016
Kecelakaan Maut di Dua Lokasi, 6 Tewas


BEKASI – Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam kecelakaan maut yang terjadi di Kota Bekasi dan Kabupaten Tangerang. Kecelakaan diduga kuat akibat kelalaian.

Di Bekasi kecelakaan terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek Km 10 B arah Jakarta, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pukul 04.30 WIB. Tiga orang meninggal dunia dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi, sedangkan 11 orang lain yang mengalami luka-luka dirawat di RSU Almutazzam,

Tambun Selatan. Kecelakaan beruntun pada pagi hari tersebut melibatkan empat kendaraan yakni truk trailer bernopol H 1853 EH, dua bus antarkota dan antar provinsi (AKAP) Budiman bernopol B 7740 HD dan bernopol Z 7619 HC, serta Toyota Avanza B 1660 CFS. Kejadian nahas ini berawal saat ban depan sebelah kanan truk yang dikemudikan Mukid pecah.

Truk yang melaju dari lajur kiri ini mendadak oleng ke lajur paling kanan. Secara bersamaan datang dua iring-iringan bus AKAP Budiman yang dikendarai oleh Abdul Rohim, 39, dan Kundang, 40, serta Toyota Avanza yang dikemudikan Widayat. Diduga tak sigap menginjak pedal rem, tabrakan beruntun pun tak bisa dihindari.

Bus Budiman bernopol B 7740 HD yang dikemudikan Abdul menghantam ekor truk, dan bagian belakang busnya juga dihantam bus yang dikemudikan Kundang bernopol Z 7619 HC. Tidak hanya itu, belakang bus yang dikemudikan Kundang juga ditabrak oleh Toyota Avanza. Akibat kejadian ini, dua sopir bus yakni Abdul dan Kundang tewas di tempat.

Termasuk seorang kondektur bus bernama Aceng. Ketiganya tewas terjepit karena saat kejadian posisi mereka berada di depan bus. ”Tiga orang meninggal di tempat dengan kondisi sangat mengenaskan,” sebut Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota Kompol Bayu Pratama. Adapun korban yang mengalami luka-luka di antaranya Shiva Ardina, Dede Nurmansyah, Indra, Deni Rahman, Debi Rahmana, Suriah, Hartini, dan Nadia Widisatuti.

Humas PT Jasamarga Tol Jakarta - Cikampek Iwan Abrianto menambahkan, kecelakaan itu disebabkan pecah ban truk trailer. Kendaraan yang pecah ban tersebut diduga tidak menyiapkan kendaraannya secara benar. Menurutnya, kasus kecelakaan di tol Jakarta-Cikampek tersebut menambah deretan kasus kecelakaan di ruas tol tersebut.

”Pihaknya bahkan telah berkali-kali melakukan imbauan kepada pengguna tol Jakarta- Cikampek untuk mengecek kondisi kendaraannya sebelum masuk tol,” ujarnya. Salah satu korban, Ika Suryani, 25, mengaku tak bisa mengingat kecelakaan beruntun tersebut karena saat kejadian kepalanya terbentur kursi penumpang sehingga terasa gelap.

”Kepala saya terbentur kursi penumpang,” kata penumpang selamat bus AKAP Budiman. Ika bersama ibunya, Suriah, 48, duduk di bangku nomor urut dua di dekat pintu depan bus.”Ibu saya sudah berada di luar dengan kondisi tangan, wajah, dan punggung penuh darah,” ungkapnya.

Sebelumnya kecelakaan beruntun juga terjadi di Km 22, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Minggu (13/3). Akibat kejadian itu, tiga orang tewas di lokasi dan belasan orang mengalami luka-luka. Kecelakaan maut juga terjadi di Tangerang.

Sebuah mobil Avanza warna abu-abu dengan nomor polisi B-1401-CMD yang ditumpangi tiga orang yakni Agus Usman, 25, Ajmain, 25, dan Suhaimin, 51, warga Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, terjun ke kali kecil di Jalan Baru, RT 02/03, Kampung Carang Pulang, Kelurahan Medang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kemarin.

Mereka tewas tenggelam karena tidak bisa keluar dari dalam mobil. Berdasarkan keterangan saksi, Winda, musibah itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika itu seorang korban tengah belajar mengendarai mobil dan tengah melintas dari arah Carang Pulang menuju Medang.

Saat melintas di lokasi kejadian, mobil tersebut terjun ke kali dalam keadaan terbalik. ”Katanya lagi belajar mobil, terus kagok, langsung masuk ke kali. Lalu, pintunya tidak bisa terbuka. Akhirnya mereka tenggelam,” ungkapnya. Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Bagus Riyadi mengatakan, mobil tersebut dikendarai Suhaimin. Sedangkan dua rekannya mendampingi.

Suhaimin masih belum lancar dalam mengendarai mobil. ”Jadi saat melintas di TKP, tibatibaadakambinglewatdankaget sehingga korban tidak bisa mengendalikan mobil dan membanting ke kanan hingga akhirnya tercebur ke kali. Seluruh penumpang di mobil tersebut tidak bisa keluar dari dalam mobil sehingga tidak tertolong dan meninggal dunia,” paparnya.

Pakar transportasi Universitas Pancasila (UP) AR Indra Tjahjani menduga kecelakaan beruntun disebabkan human error. Apalagi, saat ini kondisi jalan di Cikampek hampir tidak ada yang rawan. ”Mungkin si pengemudi melewati titik lelah,” kata Ani seusai acara Yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2015/2016 kemarin. Dalam aturannya, jika berkendara lebih dari 3-4 jam, pengemudi harus beristirahat.

Kemungkinan aturan itu tidak dijalankan karena pengemudi ingin segera sampai tempat tujuan tepat waktu atau dalam waktu cepat. Ani juga mengimbau agar para pengemudi mengecek kondisi kendaraan seperti ban, mesin, dan rem terlebih dahulu sebelum berkendara.

abdullah m surjaya/ denny irawan / r ratna purnama

Berita Lainnya...