Edisi 02-04-2016
Poros Mahasiswa - Mahasiswa Bicara Lewat Situs Aspirasi


”Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.” Itulah katakata dari Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln, yang menggambarkan sistem pemerintahan demokrasi.

Indonesia adalah salah satu negara yang juga menganut sistem demokrasi. Buktinya, ada penyelenggaraan Pemilu, yang didasarkan pada pilihan rakyat. Dalam hal ini yang dimaksud rakyat ialah seluruh bangsa Indonesia, termasuk mahasiswa. Demokrasi mendorong mahasiswa dapat aktif untuk berpendapat tentang kebijakan publik Pemerintah atau fenomena tertentu.

Mahasiswa sebagai bagian rakyat dapat ambil bagian mengusulkan ide kebijakan publik yang tepat untuk mendukung kerja Pemerintah. Kerja pemerintah akan sukses jika kritik diimbangi dengan saran dari rakyat. Sudah waktunya mahasiswa, selaku rakyat ambil bagian untuk beraspirasi.

Tentu perlu wadah untuk berpendapat. Menurut saya, wadah itu dapat berupa sebuah situs aspirasi. Situs yang mengajak para mahasiswa berpikir kritis dan kreatif untuk mencari solusi dari beragam perspektif. Perspektif dibangun dengan melibatkan partisipasi mahasiswa berbagai jurusan, yang dikelola oleh organisasi kemahasiswaan di kampus.

Kritik tak sebatas persoalan kampus, namun mencakup kebijakan publik pemerintah. Situs ini kelak diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah, sehingga pemerintah mengetahui ide dari para mahasiswa. Untuk itu perlu ada koordinator mahasiswa dari tiap fakultas dalam mengatur tercapainya kerja sama lewat situs ini.

Mahasiswa dapat mengirimkan pendapat lewat beberapa kolom di situs aspirasi. Mahasiswa bebas memilih beraspirasi lewat media video, kolom esai, puisi, dan poster digital. Akan tetapi, berpendapat harus sesuai etika, yakni menganalisis masalah dengan cerdas, kritis, dan sesuai fakta.

Pendapat tidak boleh menyudutkan pihak tertentu, dan tidak mengandung unsur SARA. Pendapat cerdas dapat berupa apresiasi terhadap kebijakan publik yang sudah tepat, atau menyoroti masalah kebijakan yang masih perlu dibenahi. Misalnya, mahasiswa berpendapat tentang solusi ideal terkait masalah transportasi online dan konvensional.

Tak lupa pendapat disertai ide pemecahan masalah atau saran membangun lewat kolom pada situs aspirasi. Tak perlu risau akan keberhasilan ide yang diutarakan. Hal terpenting ialah berupaya untuk berpendapat. Harapannya lewat ide di situs tersebut, banyak mahasiswa lain tergerak untuk turut beraspirasi. Demokrasi harus hidup di tangan mahasiswa yang berani bersuara, memberi solusi untuk kesejahteraan seluruh rakyat.

PATRICIA ASTRID NADIA
Mahasiswi Fakultas Psikologi,
Universitas Tarumanagara

Berita Lainnya...