Edisi 04-04-2016
Ironi Nelayan di Negeri Surga Maritim


Hari Nelayan Nasional kembali diperingati pada 6 April besok. Persoalan kemiskinan nelayan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi pemerintah di tengah melimpahnya potensi sumberdaya kelautan Nasional.

• Data BPS mencatat jumlah nelayan miskin di Indonesia pada 2011 mencapai 7,87 juta orang atau 25,14% dari total penduduk miskin nasional yang mencapai 31,02 juta orang.

• Hanya 2,2% rumah tangga di Indonesia yang memiliki kepala rumah tangga berprofesi nelayan. Jumlahnya sekitar 1,4 juta kepala rumah tangga nelayan.

• Menurut hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial 2014, dari 16 juta rumah tangga yang kesejahteraannya di bawah rata-rata, ada 30% rumah tangga menggantungkan hidupnya lewat hasil penangkapan ikan

• 70% nelayan berpendidikan sekolah dasar ke bawah dan hanya sekitar 1,3% berpendidikan tinggi

• Ada sekitar 700.000 lebih nelayan yang berstatus bukan sebagai kepala rumah tangga.

• Sebagian besar nelayan tinggal tersebar di 3.216 desa yang terkategori sebagai desa nelayan (mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan)

• Hampir 80% nelayan kita masuk katagori nelayan kecil dan tradisional. Kelompok nelayan ini hanya memiliki kapal penangkap ikan berkapasitas kurang dari 30 gross ton (GT).

Pengeluaran dan upah

• Rata-rata pengeluaran nelayan sekitar Rp 561.000 per bulan, lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang bukan nelayan dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp 744.000 per bulan.
• Tingkat upah nelayan sekitar Rp1,1 juta per bulan, sedikit di bawah pekerja bukan nelayan yang memiliki upah Rp 1,2 juta per bulan
• Hasil survei Pendapatan Rumah Tangga Pertanian 2011, penghasilan per tahun dari hasil melaut nelayan mencapai Rp28 juta atau per bulannya hanya sekitar Rp2,3 juta.

Potensi dan kontribusi

• Menurut catatan Badan Informasi Geospasial, dua pertiga wilayah laut Indonesia terdiri dari 13.466 pulau dan luas total laut 5,8 juta km2.
• Potensi perikanan yang ada mencapai 6,5 juta ton • Menurut data BPS 2013, hanya 2,34% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang berasal dari perikanan laut
• Kontribusi sektor perikanan terhadap PDB selama periode 2010-2012 stagnan di angka 2,33%.
• Pusat Data dan Informasi KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) merilis fakta, 25 kawasan pesisir di Indonesia yang direklamasi secara kumulatif telah menggusur sedikitnya 14.344 nelayan dan sekaligus 18.151 kepala keluarga

Problematika nelayan

(1) Alat dan kapal penangkapan berkapasitas rendah
(2) Regulasi dan penerapan hukum peraturan wilayah atau daerah penangkapan belum berpihak pada nelayan kecil-tradisional
(3) Ketidakmampuan biaya operasional untuk melaut
(4) Sarana dan prasana pendukung hasil tangkapan yang tersedia sangat terbatas
(5) Kebiasaan dan pola hidup nelayan yang konsumtif

Nelayan dan kesejahteraan

• Sepanjang 2015 sektor perikanan lebih dominan melakukan peledakan kapal pelaku illegal fishing sebagai bentuk pencegahan namun ternyata program tersebut belum berkorelasi positif terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan.
• Kondisi itu bisa dilihat dari indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN), Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi), maupun kredit macet (NPL) di sektor UMKM Perikanan di 2015.
• Data Badan Pusat Statistik, hingga September 2015, nilai tukar nelayan masih tersandera pada kisaran 102-106.
• Indeks kesejahteraan pembudidaya ikan sempat anjlok di bawah 100.
• Data otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan rasio kredit macet (NPL) UMKM perikanan bergerak naik dari 3,77 pada Desember 2014 menjadi 5,18 pada Juli 2015.

Keterangan

Nilai tukar nelayan (NTN) merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan (IT) dan indeks harga yang dibayar nelayan (IB).

• NTN>100 artinya pendapatan nelayan naik lebih besar dari pengeluarannya atau surplus.
• NTN=100 memiliki arti bahwa kenaikan harga produksi sama dengan kenaikan harga konsumsi sehingga nelayan mengalami impas.
• NTN<100 berarti bahwa kenaikan harga produksi lebih rendah dari kenaikan harga konsumsi, pendapatan nelayan turun lebih kecil dari pengeluarannya sehingga nelayan mengalami defisit.

Indonesia surga perikanan global

Dengan luas perairan mencapai 5,8 juta km2, Indonesia memiliki sumber potensi kelautan melimpah ruah. Bahkan beberapa komoditas laut seperti rumput laut, udang, tuna menempati peringkat teratas dunia

6 peluang bisnis

Perikanan Untuk menggenjot produktivitas sektor perikanan nasional, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempermudah investasi dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan.

1. Pembekuan ikan
• Minimal investasi Rp25 miliar
• Proporsi ekspor 50%
• Minimal pekerja 50 orang

2. Daging lumatan dan Surimi
• Minimal investasi Rp25 miliar
• Proporasi ekspor 50%
• Minimal pekerja 50 orang

3. Pengawetan ikan kaleng
• Minimal investasi Rp30 miliar
• Proporsi ekspor 50%
• Minimal pekerja 100 orang

4. Pengawetan udang kaleng
• Minimal investasi Rp30 miliar
• Proporasi ekspor 50%
• Minimal pekerja 100 orang

5. Pembekuan biota air lainnya
• Minimal investasi Rp20 miliar
• Proporsi ekspor 50%
• Minimal pekerja 50 orang

6. Pengawetan biota air lainnya
• Minimal investasi Rp15 miliar
• Proporsi ekspor 30%
• Minimal pekerja 50 orang

4 kebijakan Pendukung

1. Insentif pajak penghasilan (Pph)
• Pengurangan Pph badan untuk investasi Rp1 triliun
• Pengurangan penghasilan neto 30% (untuk 6 tahun sebesar 5% per tahun)
• Pph atas deviden sebesar 10% bagi wajib pajak luar negeri

2. Keringanan pajak pertambahan nilai (Ppn)
• Bebas pungutan Ppn bagi barang kena pajak

3. Fasilitas kepabeaan
• Bebas bea masuk bagi impor mesin dan barang modal

4. Pangkas birokrasi
• Perizinan satu pintu lewat BKPM

Terobosan kebijakan bisnis perikanan

Untuk meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan

Hilir
• Pembangunan 354 unit ice flake machine (mesin es serpihan)
• 61 paket cold storage (lemari pendingin)
• 2 unit kapal pengangkut
• 1 kapal pengolah di 2016
• Membuka peluang bagi asing untuk berinvestasi di 6 bidang industri pengolahan

Hulu
Untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nasional

• 13 bank siap membiayai sektor perikanan
• 152 kapal pencuri ikan ditenggelamkan per Februari 2016
• 3.200 kapal perikanan tangkap nasional modern disiapkan 2016
• 1 juta benih ikan disebar di 2016

Foto-Foto: Istimewa/Grafis: Koran Sindo/Syarif Hidayatullah