Edisi 10-04-2016
Jaringan Bali Nine Bunuh WNI di Australia


SYDNEY – Nasib tragis dialami Miming Listiyani, warga negara Indonesia yang tinggal di Sydney, Australia. Perempuan 27 tahun itu ditemukan tewas mengambang dalam kondisi mengenaskan di Dermaga Cabarita, tempat populer di bantaran Sungai Parramatta, Sydney, Kamis (7/4) malam.

Polisi menahan Khanh Thanh Ly, 35, pria yang diduga menghabisi nyawa Miming. Ly berada di samping korban saat kejadian tersebut dalam keadaan tanpa busana. Dia sempat berupaya kabur, tetapi lebih dulu ditangkap. Polisi memiliki catatan Ly memiliki kaitan dengan Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, anggota sindikat Bali Nine yang dieksekusi mati Pemerintah Indonesia, 29 April 2015.

Saksi mata di permukiman Breakfast Point mengaku mendengar teriakan wanita sebelum jasad Miming ditemukan polisi.” Jangan bunu hsaya, jangan bunuh saya,” kata saksi menirukan teriakan yang dia dengar malam itu seperti dikutip The Daily Telegraph. Warga melihat genangan darah di dekat jasad Miming. Ada sepasang sepatu wanita dan kartu ATM yang disita polisi. Mobil Audi yang diduga milik Miming terparkir tidak jauh dari tempat itu. Bill Langton, warga setempat, juga mendengar tiga jeritan setelah jam 11 malam.

”Sangat mencekam. Saya rasa tiga kali jeritan. Di berita pagi ini seorang wanita ditemukan terbunuh di sungai sebelah Point Breakfast,” tulisnya dalam akun Facebook. Carmen Muno yang tinggal di dekat tempat kejadian mengaku tidak mengetahui mengapa korban atau si pembunuh berada di depan rumahnya. Dia melihat jejak darah berceceran di sepanjang jalan setapak. ”Saya jarang melewati jalan ini, tetapi pagi hari ini (Jumat pagi) saya melaluinya dan melihat darah, ada apa ini?” ujarnya seperti dilansir Daily Mail.

Sejumlah warga lainnya juga turut melihat dan mendengar kejanggalan yang terjadi di sekitar rumah mereka pada Kamis, tengah malam itu. Leonato Tattoli yang sedang memarkir mobilnya di luar rumah pada pukul 22.00 malam melihat seorang pria duduk di dalam mobil di dekat mobilnya. Mobil yang sama yang keesokan paginya ditelusuri polisi karena terdapat darah di bagian atas mobil. Kepolisian Sydney menyatakan mereka menerima laporan warga atas kejadian janggal di Dermaga Cabarita.

Di lokasi tersebut mereka menemukan jasad Miming dalam keadaan telanjang mengambang di Sungai Parramatta. Di dekatnya ada Khanh Thanh Ly. ”Korban (Miming) mengalami luka baret di bagian wajah dan luka-luka lainnya,” kata Inspektur Mark Jones. Menurutnya, polisi sempat memberikan napas buatan kepada korban, tetapi perempuan itu telah tewas.

Polisi meyakini Ly menjemput Miming yang baru saja kembali ke Australia setelah pulang ke Indonesia. Miming tinggal di rumah dua lantai di Cabarita. Jones menegaskan bahwa Miming dan Ly saling kenal, tetapi dia belum bersedia mengungkapkan detail hubungan keduanya.

Letnan Bali Nine

Nama Ly tidak asing bagi kepolisian Australia. Di jaringan Bali Nine, pria yang memiliki julukan ”letnan” ini punya kedekatan dengan Sukumaran dan Chan. Ly pernah terbang ke Bali tiga kali atas perintah Sukumaran, kawan sekolahnya. Ly disebut bertanggung jawab mengatur dan mengawasi penyelundupan narkotika dari Australia saat tinggal di Bali.

Dia diketahui sempat berlatih menyelundupkan narkoba dengan cara mengikat kantung plastik berisi tepung ke tubuhnya. Ly pernah divonis penjara tujuh tahun pada 2007 oleh Mahkamah Agung Brisbane. Pada saat itu, dia mengaku bersekongkol untuk mengimpor narkoba pada 2004. Di kantor kepolisian kemarin, Ly terus menunduk. Dia hanya mengatakan ”terima kasih” dan membungkuk sebelum meninggalkan ruangan.

Hakim Morahan secara resmi menolak jaminan dan kasus itu ditunda sampai 17 Mei. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia menuturkan bahwa pihak Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Sydney telah mendapat informasi mengenai kematian Miming sejak jenazahnya ditemukan. KJRI pun terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan kabar terbaru soal penyelidikan kematian Miming.

Pihak KJRI Sydney juga disebut sudah melakukan kontak dengan pihak keluarga Miming dan menuturkan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan pihak keluarga. ”Proses investigasi terus dilakukan pihak kepolisian. KJRI akan terus berkoordinasi dengan otoritas dan keluarga untuk memberi bantuan yang diperlukan,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Bantuan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta kemarin.

Ketika disinggung apakah saat ini sudah ada pihak keluarga Miming yang bertolak ke Australia, dirinya membenarkan. ”Ayahnya sudah di Sydney,” kata Iqbal. Adapun kerabat dan teman Miming ramai berbagi berita duka melalui media sosial. Seorang teman mengatakan bahwa Miming seorang wanita luar biasa dengan hati yang indah. ”Sikap yang menakjubkan, teman yang mengagumkan, selalu bekerja penuh gairah.

Biarkan kami mengingatmu saat kamu masih hidup, bukan saat kamu meninggalkan kami. Kami akan selalu cinta kamu dan cintamu akan selalu hadir di dalam hati kami,” ungkap dia dalam postingan di media sosialnya.

Ananda nararya