Edisi 10-04-2016
Momentum Kembalinya Doktrin TNI Angkatan Udara


JAKARTA – Kemeriahan mewarnai peringatan HUT ke-70 TNI Angkatan Udara (AU) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

Serangkaian acara mulai dari parade, terjun payung hingga atraksi udara mengundang decak kagum ribuan warga yang datang ke lokasi perayaan. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan, perayaan HUT ke-70 TNI AU ini menjadi momentum penegasan kembalinya doktrin TNI AU. ”Ini hari ulang tahun ke-70, kita menunjukkan apa yang kita butuhkan ke depan. Jadi ada formasi composite strike, itu adalah operasi udara yang ada sesuai doktrin AU,” kata KSAU dalam sambutannya.

Menurut Agus, dalam simulasi udara yang sempat dipamerkan para penerbang TNI AU dalam HUT kemarin, terdapat operasi udara strategis untuk menghancurkan musuh. Operasi udara dilakukan untuk membuka sasaran-sasaran strategis sebelum pasukan lain masuk melakukan penyerangan. ”Jadi simulasi itu sesuai doktrin Swa-Bhuwana Paksa yang kami miliki,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Supriatna mengatakan TNI AU harus menjadi yang terdepan dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia. ”TNI AU harus menjadi yang terdepan dan selalu siap siaga untuk terus menjaga keutuhan wilayah NKRI,” katanya. Setelah upacara HUT selesai, acara dilanjutkan dengan atraksi terjun payung prajurit TNI AU. Tidak berhenti di situ, Korps Pasukan Khas TNI AU (Kopaskhas) juga unjuk kebolehan dengan menunjukkan simulasi pembebasan sandera teroris.

Dengan teknik yang matang mereka menunjukkan bagaimana melumpuhkan teroris. Selanjutnya prajurit TNI AU mempertunjukkan atraksi yang paling ditunggu-tunggu pengunjung, yakni demo akrobatik pesawat tempur. Simulasi yang dipertontonkan tersebut, kata Agus, menunjukkan bahwa pasukan udara Indonesia mempunyai kemampuan yang bagus sehingga harus pula didukung dengan alutsista yang bagus.

Menurutnya, pemerintah menyadari pentingnya menjaga dirgantara Indonesia agar pesawat luar tidak bisa sembarangan masuk ke wilayah Indonesia. ”Kementerian Pertahanan akan menambahkan radar, alusista dan pengganti F5 Tiger serta upgrade pesawat yang ada,” ungkapnya. Agus juga mengaku pasukannya siap sedia ditugasi di mana pun, termasuk untuk misi penyelamatan WNI yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina. ”Sudah siap semuanya, tinggal menunggu ‘iya’, akan kita gerakkan,” ungkapnya.

Sementara itu, peringatan HUT ke-70 TNI AU kemarin tidak dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Wakil Asisten Personel KSAU Marsekal Pertama Khairul Arifin mengatakan, Panglima TNI sudah mengetahui agenda HUT tersebut, tetapi karena beberapa alasanberhalanganhadir.”Panglima berhalangan tapi sudah memberikan restu, tapi Kepala Staf dan Pangdam kita undang,” ujarnya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma kemarin.

Sejumlah pejabat negara dan perwira tinggi TNI hadir dalam acara tahunan tersebut, antara lain Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.

Hasyim ashari/ okezone