Edisi 10-04-2016
Negara Harus Dibangun dengan Toleransi


JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) harus terus menyerukan sikap toleransi, moderat, dan adil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut penting karena sejarah Islam mengajarkan semangat keadilan dan kesetaraan tanpa memandang agama. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah berkeinginan mendirikan negara Islam dan justru mengajari pengikutnya agar berlaku adil kepada umat lain. Sebagaimana yang ada dalam Piagam Madinah, perlakuan Islam terhadap masyarakat sama tanpa harus memandang suku dan kepercayaannya.

”Nabi Muhammad SAW tidakmengajarkanuntukmendirikan negara Islam, tidak juga negara Arab, tapi mengajarkan berlaku adil kepada masyarakat Madinah tanpa membedakan diaArabataunon-Arab, muslim atau nonmuslim. Di situ tugas kita (NU) menyiarkan ajaran Beliau,” ujar Said saat menghadiri Haul Akbar Ke-37 KH Bisri Syansuri dan Haul Nyai Haji Nur Chodijah ke-62 di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat (8/4/) malam.

Sejumlah kiai khos dan tokoh Jawa Timur tampak hadir, di antaranya Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan TransmigrasiMarwanJafar, Menristek Dikti M Nasir, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf. Said menambahkan, kunci keberhasilan NU dalam membantu pemerintah yaitu menerapkan sikap tasamuh, tawazun, dan tawasuth .

Ketiga sikap itu menurut dia merupakan landasan untuk tercapainya cita-cita besar pendiri NU dalam menjaga dan membangun negeri. Sebelumnya, PBNU dan Pemerintah Kerajaan Inggris bekerja sama dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme. Kesepakatan kerja sama dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani KH Said Aqil Siradj dan Duta Besar Inggris untuk IndonesiaMoazzamMalikdiKantor PBNU, Jakarta, Jumat (8/4).

Said mengatakan, kerja sama perlu ditingkatkan karena masalah yang dihadapi dunia saat ini begitu rumit dan saling terkait. Di dalam menghadapi paham radikal, menurut Said, NU giat mempromosikan Islam Nusantara yang di dalamnya mencakup prinsip yang menggandengkan keislaman dengan nasionalisme.

Sementara itu menurut Moazzam, Indonesia bisa menjadi model dan teladan dalam membangun toleransi serta persatuan. Indonesia juga memiliki peran yang penting dalam menciptakan perdamaian dunia. ”Kita harus bekerja bersama untuk melawan dan menghapuskan terorisme dan risiko ekstremisme,” katanya.

Hasyim ashari/ant