Edisi 10-04-2016
Sebarkan Banyak Peluang Beasiswa


Nuning ingin keberhasilannya meraih pendidikan yang tinggi melalu beasiswa dapat dinikmati pula oleh sebanyak-banyaknya anak muda.

Apalagi, sebenarnya peluang beasiswa baik ke luar negeri maupun di dalam negeri cukup banyak namun hanya sedikit yang mengetahui informasinya termasuk beasiswa dari pemerintah. Padahal, pendidikan ikut menentukan karier maupun bisnis yang akan dilakoni di masa depan. Dalam beberapa program beasiswa Nuning diminta menjadi anggota tim seleksi.

“Karena itu, sebisa mungkin saya meneruskan informasi tentang program beasiswa ke jejaring akademika maupun kalangan pekerja. Saya senang sekali memberi wawasan bagaimana tips dan trik mendapatkan beasiswa. Kalau maunya kuliah di dalam negeri tapi kurang dana, iCare Benefits bisa membantu,” jelas Nuning.

Dia menekankan, di era persaingan ketat saat ini, kemampuan berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sangat menentukan keberhasilan karier. “Tentu dibarengi dengan skill terfokus yang mumpuni,” ujar lulusan Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad), ini.

Titik Balik

Ketika usianya menginjak 35 tahun, cukup sulit bagi Nuning yang sebelumnya berstatus ibu rumah tangga untuk mendapatkan pekerjaan. Terlebih saat itu dia dan anak-anaknya tinggal di Amerika Serikat. Namun, jalan hidup membuatnya harus mendapatkan pekerjaan untuk menanggung biaya sehari-hari. Setelah berupaya keras, perempuan yang meraih gelar master Ilmu Sosial di Universitas Indonesia (UI) ini akhirnya mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi. Inilah salah satu titik balik dalam hidupnya.

Sambil belajar Nuning melakoni beberapa pekerjaan hingga lulus meraih gelar doktor di State University of New York. “Setelah lulus, peluang dan kesempatan kerja menjadi terbuka lebar bagi saya. Jejaring pun berkembang luas,” tuturnya. Jalan hidup pula yang beberapa tahun kemudian membawanya menjadi ketua Yayasan Diaspora Indonesia lalu Country Director iCare Benefits Indonesia.

Nuning membangun dari awal Yayasan Diaspora sehingga para anak negeri yang berkiprah di berbagai belahan dunia bisa dan mudah memberikan kontribusi bagi Tanah Air. Nuning memaparkan, gerakan diaspora dimulai di Irlandia. Saat itu Irlandia membutuhkan warga negaranya yang sudah berhasil di luar negeri untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan dalam negeri. Para diaspora diberikan beragam kemudahan bahkan ditawari dua kewarganegaraan.

Hasilnya adalah pembangunan yang signifikan. Di Indonesia berbagai kepentingan demi kemajuan bangsa bisa dijalankan melalui diaspora, termasuk dalam mempromosikan sektor pariwisata. “G to G relatif perlu melalui birokrasi dan prosedur sedangkan gerakan diaspora lebih people to people. Pendekatannya personal. Itu lebih efektif dalam agenda promosi,” ungkap Nuning.

Kini, dengan peran serta diaspora, sudah banyak kemajuan yang dicapai. Tidak sedikit investasi yang masuk berkat gerakan diaspora ini. Banyak pula program pengembangan perkotaan yang difasilitasi diaspora.

Robi ardianto