Edisi 10-04-2016
Urgensi Peningkatan Kualitas Jalur Pedestrian


Hasil jajak pendapat KORAN SINDO yang melibatkan responden dari lima kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan) memperlihatkan, 60% responden memberikan penilaian cukup atas kondisi fasilitas publik yang tersedia bagi para pejalan kaki di masing-masing wilayah, sedangkan 23% menjawab buruk.

Sisanya memberikan nilai baik (lihat tabel). Hasil jajak pendapat yang diadakan mulai 4-6 April 2016 tersebut juga merekam pengakuan publik terkait tingkat kenyamanan terhadap fasilitas pedestrian. Sebanyak 64% responden mengaku tidak nyaman dengan fasilitas yang tersedia. Hanya sebagian kecil saja yang sudah merasa nyaman dengan kondisi tersebut. (lihat tabel) Faktor apa saja yang mendasari? Keluhan yang paling banyak diutarakan adalah seputar alih fungsi fasilitas publik bagi para pedestrian.

Tak dapat dipungkiri, di beberapa kota besar di Indonesia, bukan hal aneh lagi jika trotoar beralih fungsi menjadi tempat berdagang para pedagang kaki lima. Bahkan di Jakarta, trotoar digunakan pengendara sepeda motor untuk melintas demi menerabas kemacetan kota. Lebih parah lagi, trotoar pun dipakai sebagai lahan parkir kendaraan bermotor, tak hanya roda dua tapi juga roda empat. Pejalan kaki pun berteriak : “ di mana lagi kami harus berjalan?”. Ironisnya, trotoar bukan satu-satunya fasilitas publik bagi pejalan kaki yang telah direnggut pemanfaatannya.

Jembatan penyeberangan pun sebagian sudah dikuasai oleh para pedagang kaki lima. Mereka hanya menyisakan sedikit celah bagi pedestrian untuk melintas. “Sepertinya pejalan kaki sudah tidak punya hak lagi ya. Semua fasilitasnya sudah dibuat berdagang. Jadinya kita yang harus ngalah,” ujar Yudhi, karyawan di salah satu perusahaan di kawasan Sudirman Jakarta.

Tingkatkan Kualitas

Tak hanya persoalan alih fungsi, sebagian responden turut menyoroti kualitas fasilitas publik yang tersedia saat ini. Kondisi trotoar misalnya. Jalur yang dilewati para pejalan kaki tersebut dinilai belum memenuhi standar kualitas yang memadai. Secara fisik, banyak trotoar yang rusak dan berlubang. Dalam kondisi hujan, hal ini tentu saja bisa membahayakan keselamatan para pejalan kaki. Secara estetika, kondisi trotoar juga dinilai belum mumpuni.

Adanya sampah-sampah dan lumut yang tidak langsung dibersihkan membuat derajat keindahan fasilitas publik tersebut kian menurun. Coret-coretan aksi vandalisme di sepanjang tembok trotoar turut membuat kenyamanan pejalan kaki semakin terusik. “Saya melihat fasilitas publik saat ini tidak terawat.

Sayang sekali seharusnya dinas terkait bisa lebih tanggap dengan hal ini, “ tutur Riana, mahasiswi universitas negeri. Aspek keamanan turut menjadi item yang masuk dalam daftar aspek dari fasilitas publik yang harus segera dibenahi. Terlebih saat ini marak terjadi aksiaksi kriminalitas yang menimpa para pejalan kaki. Aksi penjambretan, perampokan, bahkan pemerkosaan kerap terjadi. Korbannya tak pandang bulu, bisa pria ataupun wanita.

Area trotoar dan jembatan penyeberangan yang tidak dilengkapi dengan penerangan yang memadai, merupakan salah satu penyebab maraknya aksi kejahatan. Aspek keamanan tak melulu berkorelasi dengan tindak kriminalitas, tapi juga tata tertib berlalu lintas. Bagaimanapun, fungsi trotoar yang telah direnggut oleh kendaraan bermotor dan pedagang kaki lima turut mengancam keselamatan para pejalan kaki.

Para pedestrian tergusur dari trotoar dan mereka pun terpaksa berjalan di luar lintasan yang seharusnya. Akibatnya fatal, tak sedikit pejalan kaki yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya. Jengah dengan kondisi ini, maka sebagian besar responden pun beramai-ramai menuntut penyediaan fasilitas yang mumpuni bagi pedestrian.

Fasilitas yang diharapkan tak hanya mampu menjamin keamanan pengguna, tapi juga kenyamanan. Penataan dan pembangunan sejumlah jalur pejalan kaki juga diharapkan bisa segera direalisasikan. Fasilitas tersebut nantinya tak hanya ditujukan bagi para pejalan kaki, tapi juga para pesepeda dan masyarakat berkebutuhan khusus.

Wiendy hapsari/litbang SINDO