Edisi 10-04-2016
Volocopter Sukses Terbang Perdana


Perusahaan asal Jerman membuka era baru mobilitas perkotaan dengan penerbangan perdana multicopter bersertifikat pertama di dunia.

Dengan membawa penumpang, Volocopter VC200 terbang ke udara selama tiga menit menggunakan 18 baling-baling yang berputar lembut dan memakai mesin penggerak listrik ramah lingkungan. Kehadiran Volocopter akan menawarkan jenis baru transportasi setelah selama ini didominasi pesawat konvensional.

”Volocopter juga membawa dunia satu langkah lebih dekat dengan layanan taksi udara dan sistem transportasi sepenuhnya dalam dimensi ketiga,” papar pernyataan perusahaan tersebut. Pilot Alexander Zosel sangat takjub dengan kendaraan udara tersebut setelah menerbangkannya. ”Penerbangan sangat luar biasa,” ungkapnya setelah mendaratkan Volocopter pada akhir bulan lalu di lapangan udara di Jerman Selatan.

”Sungguh indah rasanya saat terangkat ke atas, terbang beberapa meter untuk pertama kali. Kemudian benarbenar tangan saya memegang joystik dan memikirkan itu, yah , ini benarbenar terasa seperti saya berdiri di tanah, dan kemudian saya melihat ke bawah dan tingginya 20-25 meter di bawah saya. Jadi jelas tak dapat dipercaya, apa yang kita capai di sini. Ini sangat tak dapat dipercaya!” katanya takjub.

Multicopter itu dikemudikan hanya dengan satu joystik sehingga mengurangi banyak alasan di balik berbagai kecelakaan helikopter mematikan yakni kesalahan manusia. Kendaraan itu didesaindengankontrolketinggianotomatis. Itu artinya, Volocopter dapat melayang pada ketinggian tertentu tanpa harus Anda kendalikan secara manual. Untuk menunjukkan teknologi itu, Zosel melepas tangannya dari joystik dan menunjukkan dua jempol tangannya ke arah tim yang ada di bawah.

Zosel juga menjelaskan, proses untuk terbang ke atas juga sangat mudah dan cepat. ”Saya masuk, kami melakukan pengecekan awal untuk apa yang seharusnya sekitar 20 detik, dan setelah itu saya telah terbang ke atas,” ujarnya. ”Saya tidak menunggu lama, saya dengan mudah menekan tuas ke atas dan Volocopter langsung ke atas dalam satu gerakan,” paparnya. Zosel yakin pesawat generasi baru ini akan merevolusi cara orang beraktivitas di masa depan.

”Tujuannya untuk mengubah mobilitas bagi banyak orang, tidak hanya untuk kesenangan. Untuk transportasi dan untuk menyelesaikan pekerjaan,” tutur Zosel. Volocopter VC200 yang didesain oleh e-volo itu telah mendapat izin terbang sebagai pesawat ultraringan dari pejabat penerbangan Jerman pada Februari 2016, atau tiga tahun setelah tim mulai mengembangkan multicopter tersebut. Tim juga mengembangkan sistem tenaga hibrida yang akan memperlama waktu terbang hingga lebih 1 jam.

”Volocopter buatan e-volo itu benarbenar baru, pesawat udara dengan awak manusia yang dapat lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL). Kendaraan itu tidak dapat diklasifikasikan dalam kategori mana pun yang kita tahu sekarang,” ungkap pernyataan perusahaan. ”Fakta bahwa konsep ini murni pesawat bertenaga listrik menjadikannya berbeda dari pesawat konvensional. Melalui penggunaan banyak balingbaling, Volocopter dapat lepas landas dan mendarat vertikal seperti helikopter,” papar perusahaan tersebut.

Beberapa kelebihannya adalah memiliki konstruksi yang sederhana tanpa mesin rumit. Selain itu, Volocopter menggunakan banyak penggerak sehingga dapat tetap aman mendarat meskipun beberapa penggerak lainnya mati. Mereka mengklaim, kendaraan itu akan menjadi yang paling aman di dunia karena tidak akan mengalami kecelakaan yang fatal jika ada balingbaling yang rusak.

”Kesalahan tidak dapat selalu dihindari. Ini juga berlaku saat terbang. Dengan pengetahuan ini, kami mengembangkan teknologi yang menawarkan level keamanan yang tidak paralel dalam sektor penerbangan privat, sebagai kelebihan,” ungkap perusahaan itu dalam website -nya, Volocopter.com. Semua komponen terkait keamanan ditampilkan beberapa kali.

Masingmasingmonitoruntuktiapbaling- baling dan melakukan langkah antisipasi saat terjadi kerusakan pada salah satu komponen atau baling-baling. ”Ini artinya tidak berbahaya meskipun ada beberapa motor yang tidak berfungsi. Anda dapat dengan aman melanjutkan terbang dan mendarat. Sebanyak 18 baling-baling juga menawarkan efisiensi dan keamanan tambahan dibandingkan konsep lain,” papar perusahaan tersebut.

”Turbulensi atau manuver berbahaya tidak masalah, Volocopter segera menstabilkan posisinya karena ada kontrol ketinggian otomatis dan tanpa intervensi pilot. Tergantung pada sistem yang akan membenarkan kesalahan yang Anda buat. Anda bahkan dapat melepas joystik saat Anda ingin melihat sesuatu yang menakjubkan, Volocopter tetap mempertahankan ketinggian dan posisi Anda,” ungkap perusahaan itu.

Tidak hanya itu, pesawat itu juga dilengkapi parasut yang dalam keadaan darurat dapat mengembang. ”Anda dapat mendarat dengan sangat lembut, tetap aman duduk di pesawat, saat darurat,” papar perusahaan tersebut. Dengan desain jaring laba-laba putih dan 18 baling-baling yang berputar lembut, kendaraan itu seperti muncul begitu saja dari buku sains fiksi.

Pesawat itu pun tidak menggunakan mesin pembakaran bahan bakar fosil biasa. Volocopter menggunakan baterai yang dipasang di bagian belakang pesawat untuk menggerakkan 18 baling-baling. Dengan baterai itu, Volocopter akan menjadi helikopter paling ramah lingkungan yang pernah ada di dunia.

Desainnya sangat tidak biasa sehingga otoritas di Jerman harus menciptakan kelas pesawat baru untuk memberi Volocopter izin terbang. Ide untuk menciptakan pesawat itu telah direncanakan beberapa tahun dan telah memenangkan hadiah 2 juta euro (Rp30 miliar) dari Kementerian Ekonomi dan Teknologi Federal Jerman.

Syarifudin