Edisi 10-04-2016
Jangan Sia-siakan Anggaran


Setiap tahun pemerintah daerah menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk memperbaiki fasilitas jalur bagi pedestrian. Namun, masih lemahnya pengawasan yang dilakukan membuat upaya pembenahan tersebut terlihat sia-sia.

Trotoar yang nyaman untuk para pejalan kaki (pedestrian) hanya bisa dinikmati di jalan-jalan protokol kota-kota besar. Kepala Seksi Perencanaan Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita mengatakan, untuk menata jalur pejalan kaki di 45 titik, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp250 miliar pada tahun ini.

Sebagai pilot project trotoar yang ramah bagi pejalan kaki, dinasnya akan membangun satu titik di masing-masing wilayah. Misalnya, untuk Jakarta Pusat di Tanah Abang, Jakarta Selatan di Blok M, Jakarta Utara di Pluit, Jakarta Barat di kawasan Daan Mogot, dan Jakarta Timur di Rawamangun. Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Novan Nugroho menjelaskan, untuk 2016 Pemkot Surabaya mengalokasikan dana Rp80 miliar demi membangun jalur untuk pedestrian.

Anggaran ini meningkat dibanding dengan tahun 2015 sebesar Rp76 miliar. “Pembangunan trotoar ini merupakan upaya pemkot mempercantik kota sekaligus membuat nyaman pejalan kaki,” katanya. Menurut dia, total panjang jalur bagi pedestrian di Kota Surabaya hingga akhir tahun lalu mencapai 45 kilometer. Jalur tersebut setiap tahun terus dibenahi agar terlihat lebih menarik. Seperti penerapan paving trotoar yang full colour , diberi karikatur dan hiasan ornamen, serta memberikan objek-objek hiasan menarik untuk pejalan kaki.

“Sekarang kan lagi musim selfie . Nah, ketika jalur untuk pedestrian menarik, tentu akan menjadi objek pejalan kaki untuk foto selfie,” ungkapnya. Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, diharapkan jalur pedestrian di kotakota besar di Indonesia tidak kalah nyaman dengan yang ada di luar negeri. Sebagai contoh di Munich, Jerman, di kota ini pejalan kaki sangat dimanjakan. Meski banyak kendaraan, namun jalur pedestrian di sini sangat nyaman dan bebas dari serobotan pengendara nakal.

Sambil berjalan-jalan menikmati pemandangan, pejalan kaki juga bisa mampir ke restoran, toko, museum dan bar yang memang ada di sepanjang jalur bagi pedestrian di Kota Munich. Selain jalur bagi pejalan kaki yang nyaman, ada pula taman terbuka yang luas yang memungkinkan kita melakukan aktivitas keluarga bermain bersama anak atau berolahraga.

Di Melbourne, Australia, pejalan kaki selain diberikan fasilitas yang nyaman, mereka juga disuguhi pemandangan indah. Salah satu tempat berjalan kaki yang paling disukai para turis adalah di kawasan pedestrian St Kilda Foreshore. Saat berjalan kaki di daerah tersebut, mereka dapat menikmati pemandangan pantai yang cantik. Para pejalan kaki di Indonesia tentu mendambakan jalur yang nyaman seperti di Kota Munich dan Melbourne.

Di Kota Bandung, Jawa Barat, jalur untuk pejalan kaki sedang dibenahi. Pesona Jalan Braga di Kota Bandung yang banyak dikunjungi turis lokal maupun luar negeri, saat ini mempunyai jalur pedestrian yang cukup nyaman. “Setelah area trotoar dibenahi, jalan ini semakin nyaman dikunjungi. Terlebih dengan fasilitas bangku dan tempat sampah yang ada di sini,” tutur pengelola galeri Zulu Zalu Art, Ali Gozali, 33.

Ali mengatakan dengan dijadikannya kawasan pedestrian, kesan negatif Jalan Braga yang identik dengan dunia malam jauh semakin berkurang. Bahkan kini para pejalan kaki semakin nyaman berkunjung ke jalan tersebut. “Ya, sekarang kan kesan dunia malam di wilayah ini makin berkurang, karena sudah jauh dikenal sebagai kawasan bagi pedestrian,” tambahnya.

Arvin/hermansah/ soeprayitno/heru muthahari/ reza shahab/dicky irawan/ yan yusuf/bima setiyadi