Edisi 10-04-2016
Kirim Catatan dan Sketsa Tangan Langsung ke Smartphone


Sejak Jack Kerouac hingga Stephen King, banyak penulis memilih tulisan tangan dengan pena untuk menorehkan karya terbaik mereka.

Dengan pena atau pensil sederhana itulah kreativitasmerekadapatmengalirderas. Meski demikian, ”paket menulis cerdas” dapat memberi para penulis dan seniman pilihan menarik. Paket itu berupa pena yang mampu memotret dan tablet kertas yang mampu mendigitalkan tulisan dan sketsa. Sistem ini merupakan hasil ciptaan Moleskine, merek yang membawa kembali buku catatan warna hitam yang disukai pelukis Vincent van Gogh, Pablo Picasso, dan penulis Ernest Hemingway.

Pembeli paket seharga USD199 itu akan mendapatkan tablet kertas, pena cerdas, dan aplikasi yang didesain untuk bekerja bersamaan, sehingga para penulis dan seniman dapat mengedit, menyimpan, dan membagikan karya mereka melalui smartphone , tablet, atau laptop. ”Tablet kertas ini merupakan buku catatan dengan kertas tipis tapi memiliki ujung bulat sehingga terlihat seperti iPad,” papar pernyataan Moleskine, dikutip Daily Mail .

Kertas itu dibuat menggunakan teknologi NcodeO yang telah dipatenkan. Teknologi itu tersembunyi dalam garisgaris tak terlihat di kertas tersebut. Ini memungkinkan pena cerdas itu mengenali posisinya di halaman dan buku catatan tersebut. Penanya terbuat dari aluminium dan berisi kamera tersembunyi yang melacak dan mendigitalkan kata-kata yang ditulis dan garis yang dibuat. Tulisan dan gambar dapat dikirim ke aplikasi gratis yang disebut Moleskine Notes App di iPhone dan Neo Notes di platform Android, dengan menyentuh ikon amplop di ujung atas tablet kertas.

Pengguna dapat mengedit, menambah warna, atau hanya menyimpan dan membaginya. Tulisan dapat disimpan dalam bentuk tulisan tangan atau diubah dalam teks digital sehingga mereka dapat memindahkannya ke software Word, misalnya, sehingga dapat digunakan untuk orang yang mencatat dalam rapat. Sistem ini mungkin dapat memudahkan seseorang yang merasa lebih kreatif saat menulis dan menggambar dengan pena secara langsung. Moleskine menambahkan, dengan menggunakan paket menulis cerdas itu, ide dapat digambar di kertas dan diperbaiki di aplikasi.

”Perangkat dan layanan yang kami sediakan di koleksi Moleskine didesain untuk membantu orang menjembatani jurang antara analog dan digital,” papar Kepala Inovasi Digital Moleskine Peter Jensen.” PaketMenulisCerdasmewakililangkah besar ke depan dengan menciptakan sistem yang mudah digunakan yang memungkinkan Anda menangkap berbagai ide saat terjadi dan melanjutkannya saat ide-ide berkembang,” ujar Jensen. Pemimpin Moleskine Arrigo Berni menambahkan, ”Kami melihat pertumbuhan permintaan untuk koleksi berbasis kertas kami hingga dua digit per tahun. Itu menunjukkan hubungan kertas di era digital yang terus berlangsung.”

”Pada akhirnya kita semua menyadari semua manfaat digital, untuk mengedit, kurasi, dan berbagi. Inilah mengapa kami melihat analog dan digital sebagai satu rangkaian,” ujar Berni. Berniyakinproduktersebutakanterus diminati konsumen. Apalagi, Paket Menulis Cerdas itu harganya terjangkau, yaknipenadenganhargaUSD199( Rp2,6juta) dan tablet kertas USD30 (Rp394.000). Dia yakin masih banyak penulis dan seniman yang merasa kreativitasnya mengalir jika menorehkan kalimat dengan pena.

Beberapa penulis besar menunjukkan hal itu. Penulis Ernest Hemingway yang meraih Penghargaan Nobel untuk Literatur dan memiliki pengaruh besar di abad 20 menulis tujuh novelnya, termasuk ”For Whom the Bell Tolls”, menggunakan pensil atau mesin ketik. John Steinbeck juga suka menggunakan 480 pensil saat menulis Blackwing and Mongol .

Dia mengaku menggunakan 60 pensil untuk menulis The Grapes of Wrath. JK Rowling konon menggunakan kertas dan pena untuk menulis Harry Potter. Stephen King menyebut penanya sebagai pemroses kata terbaik di dunia. Dia mengaku menggunakan pena dengan cepat dan lambat, serta berpikir tentang pentingnya setiap kata.

Ananda nararya