Edisi 17-04-2016
Belut Sambal Terasi Berteman Teh Poci


Berbagai macam kuliner berbahan belut bukan hal asing lagi. Tetapi, menu klasik berupa belut goreng plus sambal pedas dan lalapan sering dianggap yang terlezat. Di Kota Tegal, Jawa Tengah, menyantap belut goreng sambal terasi ditemani teh poci bisa menciptakan satu kata bagi penggemarnya: sempurna.

Sesungguhnya relatif sulit menemukan tempat makan yang menyajikan masakan belut goreng di kota pantura ini. Bagi mereka yang tak terbiasa atau baru pertama berkunjung ke Tegal, umumnya butuh waktu untuk menemukan kuliner jenis ini. Dari yang tak banyakitu, salahsatunya Warung Mas Kodir di Jalan KS Tubun atau sekitar 200 meter arah barat RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Rupa warung ini sangat sederhana. Saat mencarinya pembeli harus jeli mengamati tepi jalan karena keberadaan warung ini hanya ditandai oleh tulisan di spanduk yang ditempel di bagian depan warung. Meski keberadaannya tak terlalu mencolok, jangan ditanya pelanggannya. Mereka datang dari berbagai kalangan usia dan kota. Wajar karena kegurihannya yang cukup tersohor.

Menu andalan Warung Mas Kodir ini belut goreng. Menu tersebut disajikan lengkap dengan nasi, sambal terasi dan lalapan sayur. Tak seperti saat menyantap ikan, menikmati daging belut goreng tidak perlu khawatir bakal tertusuk duri. Daging belut yang lembut dan sudah dipotong-potong kecil juga memudahkan saat disantap. Satu porsi belut goreng di warung ini dihargai Rp20.000.

Dengan harga relatif terjangkau tersebut sensasi menikmati kelezatan belut goreng bisa dirasakan sembarimenyeruputtehpoci, teh khasTegal yang juga disediakan di Warung Mas Kodir. Kondisi warung yang tak terlalu ramai juga membuat nyaman saat sedang menikmati makanan. Pemilik warung, Kodir, menjelaskan, belut goreng yang disajikan berasal dari belut segar yang disediakan untuk memenuhi pesanan pembeli yang datang ke warung.

Belut dibersihkan hingga benar-benar tanpa meninggalkan rasa amis. Setelah dibersihkan, belut selanjutnya dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan direndam ke dalam bumbu rempah- rempah. Proses terakhir, belut yang sudah dilumuri bumbu selanjutnya digoreng hingga matang. ”Penggorengan harus menggunakan minyak dalam jumlah banyak agar kematangan daging belut merata,” ujar Kodir.

Lezat gurih belut goreng Warung Mas Kodir tak disangkal Kuncoro, 37, salah satu pelanggan. Bagi lelaki ini belut goreng di warung Kodir berbeda dengan beberapa kebanyakan warung lain. ”Dengan nasi hangat, sambal terasi pedas juga lalapan segar, mantap,” seru warga Mejasem, Kabupaten Tegal, ini.

Penasaran dan berniat mencoba merasakan kelezatan belut goreng untuk pertama kali? Warung Mas Kodir buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB - 00.00 WIB.

farid firdaus