Edisi 17-04-2016
Kopassus Harus Terus Tingkatkan Kemampuan


JAKARTA – Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diminta untuk terus berlatih demi meningkatkan kemampuannya. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan pasukan elite TNI Angkatan Darat ini meski hanya sedikit yang diketahui publik.

Memasuki usianya yang ke- 64, Kopassus akan terus menjalankan tugas dan mencatatkan prestasi tanpa harus dipublikasi. ”Kopassus sekarang berulang tahun yang ke-64. Kopassus tugasnya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih untuk siap melaksanakan tugas-tugas khusus yang tidak boleh gagal,” ujar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada peringatan HUT ke-64 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, kemarin.

Panglima TNI mengibaratkan prajurit Kopassus seperti angin yang bisa dirasakan sejuknya, bisa dirasakan panasnya, tapi tidak diketahui bentuknya seperti apa. ”Mati tanpa pusara, prestasi tanpa pujian, karena memang mereka dibentuk dari prajurit-prajurit yang siap melaksanakan tugas seperti itu,” ujarnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu lalu mencontohkan apa yang sudah dilakukan Serka Zulkarnain, prajurit Kopassus yang berhasil melumpuhkan kemauan dan kemampuan tempur musuh. Bahkan prajurit Kopassus ini mampu menurunkan 10 orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua New Gunea (PNG) kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono selaku inspektur upacara dalam sambutannya mengaku bangga kepada keluarga Kopassus. Dia berharap peringatan ulang tahun tersebut memacu motivasi para prajurit Kopassus untuk meningkatkan kemampuan sebagai pasukan elite. ”Saya apresiasi prestasi yang ditorehkan, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional,” ujarnya.

Mulyono mengingatkan, sebagai pasukan elite TNI AD yang dibentuk untuk operasioperasi khusus seperti Operasi Sandi Yudha, operasi antiteror terhadap sasaran terpilih, mereka harus terus meningkatkan kemampuan dan kepekaan. Apalagi gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata masih terjadi. TNI juga menghadapi ancaman yang bentuknya semakin kompleks.

”Radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman terhadap sendi-sendi negara. Bencana alam, penyakit sosial jadi masalah potensial yang tidak bisa diabaikan. Untuk menghadapi itu, taktik konvensional kurang efisien, makanya perlu dibangun taktik khusus supaya berhasil,” tegasnya.

Mantan Pangkostrad itu menambahkan, predikat elite yang melekat pada prajurit Kopassus juga harus disertai dengan elite dalam bersikap, berperilaku sebagai pribadi dan anggota masyarakat.

Peringatan HUT ke-64 Kopassus berlangsung meriah dan diwarnai dengan berbagai atraksi seperti parade dan demonstrasi beladiri yongmoodo, taekwondo, dan silat Merpati Putih serta aksi terjun payung. Termasuk peresmian Wind Tunnel Pusdiklatpassus sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi para prajurit dalam melakukan terjun payung.

Hadir dalam peringatan HUT tersebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal TNI Mulyono, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan mantan purnawirawan Kopassus.

sucipto heru muthahari Social Enterprise demi Remaja Mandiri