Edisi 17-04-2016
Eksotika Timur Tengah


Sering berpindah tempat karena mengikuti tugas sang ayah yang seorang diplomat membuat Jimmy M Rifai Gani memiliki jiwa petualang yang sangat besar. Desain rumahnya di kawasan Pondok Aren, Tangerang, Banten, tak lepas dari sentuhan sisi petualang Jimmy.

Jimmy dan keluarga menempati rumah bergaya Timur Tengah dengan luas tanah 1.000 meter persegi (m2) ini sejak 2005. Aksen bentuk lengkung atau kubah berornamen mudah ditemui di berbagai sudut. Hiasan kaligrafi, lampu hias, plus permadani yang melapisi lantai kian menguatkan nuansa Timur Tengah. Rumah ini memang dibelinya dari seorang warga keturunan Timur Tengah.

”Almarhum ibu saya tidak sengaja melihat rumah ini. Beliau kemudian menawarkan kepada saya apakah berminat membelinya,” tutur Jimmy. Sebelumnya, pria yang pernah menjabat sebagai direktur utama PT Sarinah ini tinggal di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. ”Saya memutuskan untuk pindah karena saya dan anak pertama saya memiliki riwayat asma. Perlu mencari lingkungan tempat tinggal yang agak ke pinggiran. Lagi pula lokasi di sini dekat dengan rumah ibu saya di kawasan Bintaro Sektor IX,” ungkapnya.

Saat itu, sebenarnya rumah ini belum selesai dibangun. Setelah resmi menjadi pemilik, Jimmy melakukan renovasi terhadap rumah ini. Renovasi tidak dilakukan sekaligus namun bertahap mulai pengadaan area barbeque, kolam renang, dapur, membangun tiga kamar anak, dan kamar utama, dapur, tempat mencuci, hingga area bermain basket di lantai dua. ”Jiwa petualang saya tertantang bagaimana membuat rumah ini menjadi bagus dan terus berbenah. Hingga kini sudah lebih dari lima kali renovasi,” kata Jimmy.

Pendiri dan chairman Proven Force Indonesia Group ini dibantu oleh sepupunya yang juga seorang arsitek dalam perancangan desain. Dia memilih wallpaper berwarna hijau untuk dinding ruang tamu yang menimbulkan kesan eksotik kemudian menghiasnya dengan lukisan. ”Ini vocal point bagi saya. Dengan desain ini, perhatian tamu akan langsung tertuju pada titik tersebut,” terang executive director dan CEO IPMI International Businesss School ini.

Menurut dia, tata letak perabotan dan fungsi ruangan rumahnya tidak baku, bisa berubah sewaktu-waktu. Dalam setahun, Jimmy dan istrinya, Roesfini Damazanti (Iin) bisa mengubah tata letak rumah dua hingga tiga kali. Tidak ada satu area pun di lantai satu rumah ini yang tata letaknya dibiarkan sama bertahun-tahun. ”Jadi tidak mesti meja makan terus ada di sini. Kursi tamu pun sekali-kali kami ubah tata letaknya. Atau bahkan bisa kami ganti,” jelas ayah dari Rommy Gani, Aca Gani, dan Rully Gani ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 15 September 1972, rumah bagi dia merupakan surga dunia. Tempat paling mudah dan nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas termasuk olahraga dan hobi. Apa yang bisa dikerjakan di rumah, akan dia kerjakan di rumah. Rumah pun merupakan tempat berkumpul yang paling ideal, paling baik, dan paling nyaman baik bersama keluarga maupun kerabat.

”Rumah peninggalan orang Timur Tengah ini memiliki ruang-ruang yang luas dan tidak terlalu banyak sekat. Jadi untuk berkumpul atau pengajian, kita tinggal geser-geser perabotan,” katanya. Dia mengakui, penataan ruang di rumahnya mengadopsi sebuah rumah di San Francisco, AS, saat mengikuti ayahnya bertugas. Di sana ada rumah dengan 17 kamar sehingga siapa pun tamu yang datang dapat menikmati kenyamanan yang sama yang dirasakan tuan rumah.

Lantas apa aktivitas yang paling sering dilakukan Jimmy saat berada di rumah? ”Karaoke dan menonton televisi,” jawabnya. Ruang karaoke di lantai satu bisa berubah fungsi dengan cepat menjadi perluasan ruang tamu.

robi ardianto