Edisi 17-04-2016
Menantikan Kejutan Rio


SHANGHAI– Berbekal pengetahuan yang baik tentang Shanghai International Circuit, Rio Haryanto diharapkan bisa menciptakan kejutan di GP China hari ini. Pembalap Manor Racing itu akan start dari posisi 20.

Rio akan memulai balapan dari depan rekan satu tim, Pascal Wehrlein, dan sang juara bertahan, Lewis Hamilton. Sebab, pada sesi kualifikasi kemarin dia tereliminasi di Q1. Pemuda asal Solo tersebut mencatatkan waktu tercepat 1 menit 40,264 detik. Di depan Rio ada tiga pembalap lain yang juga gagal di Q1. Mereka adalah Kevin Magnussen (1:38,673), Esteban Gutierrez (1:38,770), dan Jolyon Palmer (1:39,528).

”Dia akan memulai (balapan) di depan Pascal (Wehrlein). Tadi (di sesi kualifikasi) sangat sulit mendapatkan temperatur ban yang cocok (dengan aspal sirkuit),” demikian pernyataan resmi di akun Twitter milik tim asal Inggris itu, @ManorRacing . Meski akan start dari posisi 20, Rio tetap diharapkan bisa mencatatkan hasil bagus pada balapan yang akan disiarkan langsung GlobalTV dan iNews TV mulai pukul 12.30 WIB.

Pasalnya, sosok kelahiran 22 Januari 1993 tersebut sangat mengenal arena balap di Shanghai sejak memulai karier di level junior. Bahkan, Rio pernah juara Formula Asia 2.0 pada 2008. Dia juga beberapa kali naik podium di sirkuit sepanjang 5,451 km itu. ”Shanghai adalah sirkuit yang sangat saya kenal. Trek di sini sangat menantang bagi semua pembalap. Saya tentu sangat senang bisa kembali ke sini dan sudah tidak sabar merasakannya bersama mobil Formula 1,” kata Rio sebagaimana dilansir crash.net .

Namun, itu kejadian di masa lalu. Sekarang Rio dituntut tampil lebih baik. Nyatanya tantangan di Formula 1 memang berbeda dan lebih ketat. Selain itu, pada dua seri yang telah dijalani di Australia dan Bahrain, pembalap dengan nomor kendaraan 88 itu memiliki grafik yang cenderung naik. Jika di Melbourne gagal finis karena kerusakan mobil, di Sakhir dia mengakhiri balapan di posisi 17.

”Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari balapan sebelumnya (GP Australia dan GP Bahrain). Saya yakin kami akan memperlihatkan performa yang lebih baik di Shanghai. Adaptasi saya dengan mobil juga membaik. Semoga kami bisa membuat kemajuan,” tambah Rio.

Rosberg Pole Position

Sembari menanti Rio mencapai hasil bagus di GP China, pandangan mata para penggemar lomba balap jet darat itu akan tertuju ke rivalitas Mercedes- Ferrari. Hasil kualifikasi menunjukkan, pabrikan asal Jerman tersebut tetap menjadi kandidat juara setelah menempatkan Nico Rosberg di pole position. Dia mencatatkan waktu 1:35,402.

”Tentu saja saya senang (pole position ). Agenda akhir pekan ini berjalan sangat bagus dan sesuai skenario. Mobil mudah dikendalikan selama kualifikasi. Bisa memulai balapan dari posisi yang bagus membuat saya optimistis. Namun, saya tidak boleh euforia karena Le-wis (Hamilton) mengalami kesialan. Mobilnya rusak,” ujar Rosberg di autosport. com .

Di belakang Rosberg ada pembalap Red Bull-TAG Heuer yang pada musim ini menggunakan mobil Renault, Daniel Ricciardo (1:35,917). Lalu, tepat di belakang pembalap Australia tersebut terdapat dua pengemudi mobil merah Ferrari. Mereka adalah Kimi Raikkonen (1:36,118) dan Sebastian Vettel (1:37,001).

”Sejujurnya saya tidak menduga kami akan mendapatkan hasil yang bagus di kualifikasi. Di Q1 hasilnya sangat buruk. Barulah di Q3 kami mendapatkan kecepatan mobil seperti yang diinginkan. Memulai balapan dari posisi 2 luar biasa. Saya tidak menduganya. Jadi, kita lihat saja nanti saat balapan yang sesungguhnya berlangsung,” ujar Ricciardo.

Sejarah GP China mencatatkan Hamilton sebagai yang paling banyak menang. Meski rekor fastest lap menjadi milik MichaelSchumacher(1:32,238) dengan Ferrari pada 2004, Hamilton sukses juara empat kali. Pemuda Inggris itu berjaya pada 2008, 2011, 2014, dan 2015. Di bawah Hamilton terdapat Fernando Alonso yang menang pada 2005 dan 2013.

Namun, dengan memulai balapan hari ini dari belakang, peluang Hamilton meraih gelar kelima sangat berat. Selain butuh keberuntungan, pembalap kelahiran 7 Januari 1985 itu juga memerlukan mesin baru. Pasalnya, untuk bersaing di GP China kali ini Hamilton harus diberi mobil yang bisa melewati para pembalap di depannya.

”Saya yakin para mekanik kami akan mencari cara terbaik agar saya bisa balapan dengan baik besok (hari ini). Saya percaya mereka tidak akan mengulang kejadian hari ini (di kualifikasi). Jadi, saya harus segera melupakan hasil buruk ini dan fokus untuk balapan,” ungkap Hamilton kepada Sky Sports F1.

Musim lalu Hamilton menjadi juara setelah mengalahkan Rosberg, Vettel, dan Raikonen. Saat itu dia memulai race dari pole position dan mencatatkan waktu 1:39:42,008. Di belakang Hamilton ada Rosberg dengan +0,714 dan Vettel (+2,988).

”Saya rasa kali ini kami mendapatkan mobil yang tangguh (di Shanghai). Memang tidak akan mudah (untuk menang). Namun, saya percaya kami akan bisa melakukannya. Dibanding dua balapan sebelumnya ban yang akan kami gunakan di sini semakin baik. Semoga kami mendapatkan sesuatu yang bagus besok (hari ini),” ujar Vettel.

andri ananto/ alimasyah