Edisi 19-04-2016
Sosial Media Menurut Segmentasi Usia


BEGITU tertariknya masyarakat Indonesia terhadap layanan media sosial membuat berbagai platform media sosial baru terus berdatang an ke Indonesia.

Yang menarik, mereka selalu menemukan pangsa pasar yang pas di Indonesia. Dalam sebuah riset sederhana yang dilakukan Head of Digital Business Unit Dwi Sapta Group, Chandra Marsono, terungkap beberapa tren penggunaan platform media sosial di Indonesia berdasarkan segmentasi usia.

• Mood bermain mendominasi segmen remaja

Ini adalah kategori pengguna berumur 13 tahun-15 tahun. Beberapa layanan media sosial besar ala Facebook mematok 13 tahun sebagai umur minimal untuk dapat terdaftar di layanannya. Di umur ini tendensi pengguna masih sebatas sebagai hiburan. Facebook mendominasi dengan porsi yang begitu besar, baik untuk wanita ataupun laki-laki. Tak heran karena Facebook memiliki segudang layanan permainan yang dapat di akses secara online.

Selain itu, WhatsApp menjadi populer karena menggantikan pola komunikasi de - ngan SMS. Sedangkan bagi pengguna lakilaki, LINE begitu dinikmati oleh remaja. Meski, rata-rata mengatakan bahwa penggunaan LINE didasarkan pada adanya permainan yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut.

• Facebook mulai ditinggalkan remaja, berbagi informasi mulai menjadi prioritas

Di usia remaja, 16 tahun-18 tahun, anakanak sudah mulai aware terhadap informasi, minimal berdasarkan apa yang mereka suka. Porsi Facebook menurun, salah satunya karena orang tua juga kini menggunakan jejaring sosial tersebut. Penggunaan LINE dan Twitter bertumbuh, karena dari sini disajikan tidak hanya media komunikasi, tapi pengguna dapat terus memperbarui informasi.

• Dewasa muda yang semakin matang, makin haus akan informasi

Di rentang umur 19 tahun-25 tahun Twitter begitu mendominasi. Tak diragukan lagi, karena laju informasi yang begitu cepat, dengan satu sentuhan banyak informasi yang dapat diperoleh. LINE dan WhatsApp bersan - ding sebagai layanan komunikasi native. Sedangkan di usia 22 tahun-25 tahun hadirnya Path juga mengindikasikan bahwa kini remaja mulai memilah antara lingkungan yang terlalu umum dan lingkungan personal. Beberapa media sosial baru juga hadir di sini. Namun terlihat diferensiasi antara sebelum dan sesudah 20 tahun. Setelah 20 tahun penggunaan media sosial terlihat terkategorikan dengan kebutuhan pribadi.

• Pengguna media sosial di usia dewasa makin tersegmentasi

Usia dewasa dimasukkan ke dalam rentang 25 tahun-44 tahun. Di sini Facebook kembali memiliki penetrasi yang tinggi. Dan rata-rata memanfaatkannya untuk berkomunikasi dalam grup. Sedangkan untuk komunikasi WhatsApp lebih mendominasi, karena penggunaan yang lebih mudah untuk menggantikan layanan SMS.

Di usia ini profesi juga mulai matang, personal branding di dunia maya menjadi perhatian, sehingga LinkedIn mulai terjaga. Komunikasi dengan lingkungan pribadi juga semakin meningkat. Termasuk penggunaan media sosial berbagi foto, karena momen yang akan dibagikan jauh lebih banyak, seperti membagikan foto anak, libur - an dan sebagainya.

Binti mufarida