Edisi 19-04-2016
Cara Menikmati Musik yang Pintar


DI tengah persaingan menjadi aplikasi terbaik, ada yang memang terciptanya sebagai pemenang: terus dipakai dan tidak pernah membosankan.

Aplikasi itu adalah music streaming. Siapa yang tidak menyukai musik atau lantunan suara dari sebuah instrumen? Saya yakin pasti semua orang menyukai musik. Dengan begitu banyak dan beragamnya latar belakang yang ada membuat genre musik sangat variatif. Musik pun menjadi bagian dari hidup.

Artinya musik bisa mengalir begitu saja dengan apa pun yang sedang kita lakukan dan kapan saja, sehingga lambat laun cara menikmati musik pun ikut mengalami perkembangan sejalan dengan beragam aktivitas manusia yang ingin tetap terus mendengarkan musik. Tidak hanya dalam hal perangkat, namun juga materi musik. Era digital dengan teknologi ikut mengubah drastis cara kita menikmati musik.

Bahkan hingga industri musik itu sendiri. Menikmati musik tidak lagi harus secara live atau langsung, namun melalui perangkat pemutar musik dengan media digital yang kini dapat diputar di berbagai perangkat yang kualitasnya tidak berbeda dengan kualitas live. Dengan hadirnya smartphone serta internet, musik pun dituntut harus semakin mudah di dapat dan dinikmati, yang kemudian mencetuskan lahirnya aplikasi music streaming.

Seakan sudah ditakdirkan bahwa di era digital menjadi kelahiran sebuah aplikasi atau layanan sepanjang masa yang tidak akan pernah usang dimakan waktu. Kini kita tak perlu lagi repot-repot harus mencari materi lagu atau musik yang kita inginkan ke toko, kemudian memindahnya ke perangkat pemutar musik yang kita gunakan. Kita cukup mengunduh aplikasinya lewat internet ke ponsel dan mendengarkan lewat metode streaming puluhan ribu bahkan jutaan koleksi lagu.

Ya secara tidak langsung industri musik pun berubah total menjadi digital. Meski sempat dianggap sebagai pemusnah industri musik konvensional, namun perlahan industri musik pun mulai teredukasi bahwa dengan cara ini penikmat musik dapat mendengarkan musik dengan cara yang legal. Hal ini yang kemudian mengundang banyak pihak yang mulai sadar bahwa music streaming akan menjadi aplikasi yang tak usang dimakan waktu dan zaman.

Alhasil satu persatu layanan dan aplikasi serupa hadir. Namun justru persaingan tersebut kami anggap sebagai sebuah hal yang wajar. Justru saat ini pembajakan adalah menjadi musuh bersama. Persaingan antara aplikasi atau layanan music streaming sejatinya bukan di soal siapa yang paling banyak memiliki lagu di katalognya. Justru persaingan itu terletak dalam hal bagaimana kami dapat menyajikan cara menikmati musik yang pintar, yaitu benar-benar mengetahui selera musik pendengarnya.

Ketimbang sekadar memberikan daftar lagu yang sangat banyak, mengapa kita tidak menciptakan sebuah sistem pintar di mana komputer akan akan menganalisa kebiasaan mendengarkan musik pendengarnya, sehingga pendengar musik merasa bahwa aplikasi ini sesuai dengan keinginannya. Hal tersebut yang membuat penikmat musik memilih aplikasi music streaming seperti Spotify ketimbang yang lain.

Kurasi yang dilakukan pun tidak hanya sekadar menggolongkan genre musik, tetapi juga kepada mood atau kebiasaan pendengarnya. Intinya tentu saja aplikasi atau layanan music streaming yang kami berikan akan selalu berubah dalam artian mengikuti selera, kebiasaan, dan cara menikmati dari para pendengarnya.

Selama hal ini selalu dijadikan fokus, maka selama itu juga music streaming menjadi sebuah bagian yang tidak terlepas dari manusia layaknya sebuah musik.

Sunita Kaur,
Managing Director Spotify for Asia