Edisi 19-04-2016
Kantongi Formula Sukses


Persaingan e-commerce di Indonesia pada 2016 dan selanjutnya diprediksi semakin sengit dan memanas. Terutama lewat kehadiran pemain baru seperti JD.ID yang merasa sudah memiliki formula sukses untuk melakukan penetrasi pada pasar Indonesia.

Hadir sejak November 2015, berharap dapat mengubah lansekap industri e-commerce di Indonesia. Salah satu agenda mereka adalah mengembangkan pusat pengiriman dan pengambilan barang di se-antero Nusantara. JD.ID sendiri merupakan bagian dari JD.COM, raksasa ritel online yang mengklaim terbesar di Cina berdasarkan volume transaksi. Perusahaan tersebut di dirikan oleh Richard Liu pada Juli 1998 dan merambah ke platform B2C online pada Januari 2004.

Menurut iResearch berdasarkan total GMV (Gross Market Value), JD.COM menjadi perusahaan direct online sales terbesar di China dengan market share 49% di Q4 2014. Dalam urusan skala bisnis, JD.com memang masih lebih kecil dibandingkan Alibaba. Total Gross Merchandising Value (GMV) Alibaba mencapai USD460 miliar sedangkan JD.com baru mencapai USD71 miliar. Namun begitu nilai perusahaan JD.com telah mencapai USD40 miliar di Nasdaq.

Analis pasar di China dari Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA), Elinor Leung, percaya jika gross margin JD.com akan meningkat signifikan dan mendapatkan keuntungan besar pada 2016. “Di pasar saham, setidaknya, JD.com yang diakui sebagai pesaing utama Alibaba untuk pasar e-commerce di China,” ujar Elinor.

”Sistem pergudangan JD.COM menggunakan teknologi tinggi untuk otomatisasi transaksi yang berkapasitas 16.000 paket per jam atau 100.000 transaksi per hari yang dioperasikan secara mandiri,” tulis keterangan resmi JD.ID.

Meski bukan yang pertama hadir di Indonesia, JD.ID mengaku tidak gentar untuk bersaing dengan raksasa e-commerce yang sudah terlebih dulu menancapkan taring di Indonesia.

Danang