Edisi 19-04-2016
Mencetak dan Memindai Secara Nirkabel


SEMUA fitur yang diberikan Canon lewat Pixma MG5770 rasanya lebih dari cukup bagi pengguna rumahan seperti saya. Inilah printer yang all in one dengan fitur yang banyak sekali dan semuanya dapat dijalankan dengan baik.

Kesan pertama saat berjumpa dengan printer Canon Pixma MG5770 adalah ukurannya yang jumbo. Besar dan berat. Saya harus bersusah payah untuk membawanya. Begitu pun untuk meletakkannya di rumah: butuh ruang yang lumayan besar! Namun, setelah beberapa lama mengutak-atik. Terus terang saya terkesan dengan banyaknya fitur yang ditawarkan oleh printer ini. Ada beberapa keunggulan yang saya catat.

Pertama, printer tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk mencetak dokumen atau foto, tetapi juga dapat memindai dan copy dokumen tanpa harus menggunakan komputer. Pentingkah fitur ini bagi pengguna rumahan seperti saya? Ya, tentu saja. Di ketika semua serba dikirimkan dalam versi digital, mesin pemindai di rumah sangat berguna. Untuk memindai KTP, NWPW, paspor, Kartu Keluarga, hingga berbagai dokumen lainnya.

Keunggulan kedua adalah teknologi nirkabel yang memberikan keleluasaan penggunanya untuk mencetak foto dan dokumen langsung dari smartphone atau tablet. Walaupun toh ada komputer di sebelah printer, percaya atau tidak, saya tetap mencetak foto menggunakan smartphone. Mengapa? Karena lebih praktis! Betapa tidak, foto yang ingin saya cetak terletak di memori smartphone.

Kemudian, mengeditnya pun menggunakan aplikasi yang ada di ponsel seperti SnapSeed hingga Photogrid. Lalu, mengapa saya harus repot memindahnya ke PC/laptop? Menariknya lagi, untuk menghubungkan smartphone ke laptop tidak terlalu sulit. Memang saya harus membaca manualnya, tapi setelah paham, proses menghubungkannya tidak susah.

Apalagi sudah ada koneksi Near Field Communication (NFC). Tinggal tempelkan ponsel ke printer, langsung terhubung. Bagaimana dengan kualitas cetaknya? Bagus! Paling tidak, bagi pengguna rumahan seperti saya yang ingin mencetak foto terbaik untuk di pajang di dinding. Saya tidak bisa menyebut hasil cetaknya sama dengan studio foto. Tapi, rasanya akan sulit membedakan mana yang dicetak di studio foto dengan di Pixma MG5770.

Printer tersebut juga memiliki aplikasi seperti My Image Garden serta aplikasi Creative Park untuk melakukan editing foto sebelum dicetak, tapi tidak terlalu penting buat saya. Bahkan, ada beberapa fitur lain seperti dapat mencetak melaluilayanan sosial media seperti Facebook, Instagram, serta aplikasi cloud storage seperti Evernote, Dropbox, dan Google Drive yang belum sempat saya manfaatkan.

Walau fitur terakhir mungkin tidak selalu relevan dengan semua pengguna, namun ini menunjukkan bagaimana Canon berusaha untuk mengadopsi perkembangan teknologi digital dan sosial media. Secara keseluruhan, Canon Pixma MG5770 yang dibanderol Rp1,6 jutaan ini sangat menarik bagi pengguna yang menginginkan mesin cetak serbabisa seperti saya.

Danang arradian