Edisi 26-04-2016
Keindahan dan Harmoni dalam Karya Yoes Rizal


DEPOK - Manusia tak henti dihadapkan pada berbagai persoalan kehidupan, entah itu perlakuan diskriminasi, hukum yang diperjualbelikan, intoleransi, persoalan tata kota yang semrawut, dan berbagai masalah sosial budaya lainnya.

Persoalan yang makin lama kian menciptakan keresahan yang menumpuk dan menekan kesadaran kita sebagai individu manusiamaupunsebagaibangsa. Perupa Yoes Rizal juga menangkap keresahan tersebut. Dia merefleksikan keresahannya itu melalui10karyaterbarunya yang dipamerkan di Rumah Kreatif Fadli Zon di Kompleks Bumi Cimanggis Indah, Depok, kemarin.

Sepuluh karya lukisnya ini menggunakan medium wajan (penggorengan). ”Saya sengaja menamakan Ten Plates karena itu mencerminkan kehidupan manusia. Refleksi kehidupan tergambar di sini,” ungkapnya menjelaskan tentang 10 karya terbarunya tersebut. Namun, bukan hanya 10 lukisan yang dihadirkan Yoes Rizal melalui pameran tunggal bertema Reflection ini.

Setidaknya total ada 40 karya Yoes dari tahun 1984-2016 yang dipamerkan. Pameran tunggal dalam rangka merayakan usia ke- 60 Yoes Rizal ini berlangsung 25 April hingga 1 Mei 2016. Pameran ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih apresiasi terhadap perkembangan seni rupa di Indonesia.

Karya dipamerkan dalam berbagai medium, baik berupa lukisan, drawing , grafis maupun tiga dimensi. Yoes adalah seorang seniman akademis tamatan ITB Bandung tahun 1985. Perjalanan berkeseniannya telah membawa Yoes menjadi salah seorang seniman yang dikenal luas dalam kalangan elite seni rupa nasional maupun internasional.

Yoes juga dikenal sebagai seorang seniman yang konsisten terhadap idealisme dan karyanya. Sampai sekarang dia tampil dengan objek-objek lukisannya yang mengekspos mengenai perempuan dengan berbagai karakter karya. Seniman jebolan residensi seni di Vermont Studio Center, Amerika Serikat ini mengaku sangat terinspirasi dari sosok perempuan, dan hal itu dituangkan dalam berbagai visual yangvariatif.

Rumah Kreatif Fadli Zon mendukung dan mengapresiasi perjalanan Yoes sebagai seniman lintas zaman ini dengan memberi ruang pameran tunggal. Tema Reflection yang diangkatdianggapsebagairepresentasi proses berkesenian Yoes dalam situasi seni rupa yang fluktuatif.

Founder Rumah Kreatif Fadli Zon yang membuka pameran tersebut kemarin mengungkapkan kekagumannya pada karya Yoes Rizal. Di tangan Yoes, kata dia, tubuh manusia menjadi objek lukisan yang tak ada habisnya, mengungkap berbagai hal, dari yang sifatnya profan hingga keabadian. Dan dari keindahan, harmoni, sampai kompleksitas yang sulit dijelaskan.

Dalam pandangan politikus Partai Gerindra tersebut, Yoes Rizal menggunakan figur sebagai simbolisasi dari berbagai persoalan. ”Bagi Yoes Rizal, lukisan yang baik adalah yang mempunyai ruh, sehingga dia tak bagus di awal dan membosankan kemudian,” tutur Fadli dalam siaran persnya. Hal lain yang membuat Fadli kagum yakni bagaimana Yoes Rizal melihat tentang hidup dan mati ketika berhadapan dengan kanvas.

r ratna purnama/ kiswondari

Berita Lainnya...