Edisi 27-04-2016
Serangan Balik vs Penguasaan Bola


MADRID – Pertemuan dua kutub mewarnai pertarungan Atletico Madrid dan Bayern Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions di Estadio Vicente Calderon, Madrid, Spanyol dini hari nanti.

Duel yang akan disiarkan langsung RCTI dan Soccer Channel (Indovision ch 101) ini nanti merupakan contoh klasik bentrok dua paham sepak bola yang berlawanan. Di satu sisi Atletico bukanlah tim yang ”suka” menguasai bola. Rata-rata ball possession mereka di Liga Champions musim ini hanya sebesar 48%.

Meski begitu Los Colchoneros tetappiawaimenemukancara untuk meraih kemenangan. Mereka berusaha mencari gol lewat serangan balik dan situasi bola mati. Memilikipemainpekerjakeras, Atletico juga siap menerapkan tekanan ketat sembari menjaga keseimbangan permainan.

Adapun Bayern menganut mazhab berbeda. Dengan ball possession mencapai 65%, FC Hollywood sabar mengalirkan bola. Tujuannya agar fisik rival terkuras dan menemukan celah di pertahanan. Setelah target itu tercapai, mereka kemudian menusuk dan ”membunuh” lawan. ”Gaya kami berseberangan.

Tapi inilah indahnya sepak bola. Setiap tim bebas memiliki filosofi masingmasing. Semuanya punya kelebihan. Kita lihat siapa yang lebih baik,” tegas bek Atletico Stefan Savic seperti dilansir Marca. Kontrasnya permainan kedua tim tidak lepas dari pengaruh pelatih masing-masing. Kebetulan inilah kesempatan Diego Simeone menunjukkan kepada dunia betapa efektifnya pendekatan miliknya.

Sukses menyingkirkan Barcelona yang juga dibangun Pep Guardiola, kini Simeone berambisi mengalahkan ”sang nabi” possession football . Simeone sebelumnya hanya sekali meladeni Guardiola. Bersua di awal kepelatihannya bersama Atletico, dia takluk 1-2 pada musim terakhir Guardiola sebagai nakhoda Barcelona.

Namun Simeone kemudian mengubah Los Colchoneros menjadi tim yang mampu meladeni Barcelona dan Real Madrid. ”Meski meninggalkan Spanyol, saya tetap memantau Primera Liga. Saya tahu kapasitas Atletico. Mereka bermain seperti Simeone. Dia pelatih kelas dunia.

Saya harus memberi banyak instruksi kepada para pemain untuk menaklukkan Atletico,” kata Guardiola. Kehadiran Guardiola dan empat pemain Spanyol merupakan senjata Bayern pada pertandingan nanti. Alonso, Thiago Alcantara, Juan Bernat, dan Javi Martinez siap menggunakan pengetahuan mereka tentang Los Colchoneros demi membantu FC Hollywood mencuri hasil.

Target Bayern bukan sekadar mencetak gol tandang. Mereka juga menargetkan kemenangan agar tugas pada pertandingan kedua di kandang sendiri, Selasa (3/5), semakin mudah. ”Karakter kedua tim membuat laga nanti sangat seimbang. Atletico salah satu tim top Eropa.

Namun kami mencoba menaklukkan mereka,” kata gelandang Bayern Xabi Alonso. Kedua tim sama-sama kehilangan pemain kunci pada laga ini. Diego Godin terancam tidak dapat mengawal pertahanan Atletico karena cedera hamstring saat bertemu Athletic Bilbao pekan lalu. Setidaknya Los Colchoneros bisa menurunkan kembali Fernando Torres yang bebas dari sanksi disiplin.

Di kubu tamu, Bayern masih tidak diperkuat Arjen Robben dan Holger Badstuber. Beruntung, bek Jerome Boateng bisa ikut dan berpotensi merumput sejak menit pertama. Bek tim nasional Jerman itu sebelumnya mengalami masalah tendon yang memaksanya absen sejak akhir Januari.

Partai nanti merupakan pertemuan ketiga kedua klub di pentas Eropa. Atletico dan Bayern bermain sama kuat di final Piala Champions 1973/1974. Keduanya lalu melakoni replay , kali pertama dan satu-satunya terjadi pada partai puncak ajang paling bergengsi antarklub Eropa ini.

Bayern menunjukkan dominasinya pada duel tersebut. Uli Hoeness dan Gerd Mueller masing- masing menyumbang dua gol untuk menghajar Atletico empat gol tanpa balas saat itu. Kemenangan ini kemudian mengawalikesuksesanBayerndiBenua Biru. Klub Bavaria itu menguasai dua edisi berikutnya, disusul prestasi pada 2000/2001 dan 2012/2013.

Lewat torehan lima gelar, Bayern hanya kalah dari AC Milan (7) dan Madrid (10). Di lain pihak, Atletico harus menunggu hingga 2013/2014 sebelum kembali melangkah ke final. Nasib mereka tidak berubah. Pada duel dua tahun lalu, Los Colchoneros menyerah 1-4 kepada Madrid.

”Kami tidak memikirkan hasil 1974. Partai nanti tentu berbeda. Mesti diakui Bayern lebih difavoritkan, tetapi kami pasti berusaha menciptakan kejutan,” pungkas gelandang Atletico Augusto Fernandez.

harley ikhsan

Berita Lainnya...