Edisi 27-04-2016
Bali Darurat DBD, 30 Orang Meninggal


DENPASAR - Pulau Bali darurat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dari Januari hingga April 2016, sudah ada 30 orang meninggal akibat penyakit ini, sementara jumlah penderitanya mencapai 6.812 orang.

” Penyakit DBD ini puncaknya ada pada Januari hingga April sehingga membuat semua pelayanan penuh. Mudahmudahan pada Mei mendatang sudah turun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya kemarin. Dia menambahkan, ratarata pasien yang meninggal karena penanganan yang terlambat.

Mereka dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah kritis. ”Rata-rata pasien yang meninggal dunia akibat penyakit DBD ini karena mereka telat datang ke rumah sakit. Mereka sudah dalam kondisi parah,” ungkapnya. Kasus DBD tertinggi saat ini berada di wilayah Buleleng ada 1.337 kasus, Badung 1.061 kasus, Gianyar 1.758 kasus, disusul wilayah lain.

Meski begitu, dia menyebut Bali saat ini belum bisa dimasukkan dalam status kejadian luar biasa (KLB) DBD. Jumlah kasus maupun penderita meninggal belum memenuhi kriteria KLB. ” Status KLB berlaku jika ada peningkatan kasus dua kali lipat pada periode yang sama dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, angka kematian akibat DBD di Bali juga masih di bawah 1%,” pungkas Suarjaya. Untuk mencegah DBD, pihaknya mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat seperti membersihkan got-got. Dia juga mengatakan, pihaknya akan mengadakan pengasapan (fogging ) secara serentak. ”

Hal itu harus dilakukan secara serentak, tidak bisa dijalankan sendiri. Kami menyikapi penyakit DBD ini dengan pencegahan di mana sudah dilakukan sebelumJanuari,” terangnya. Lebih lanjut pihaknya meminta masyarakat untuk gotong- royong membersihkan sarang nyamuk dengan melakukan bersih-bersih lingkungan secara bersama. ” Budaya gotong- royong bersih-bersih ini sudah menghilang. Mari kita galakkan lagi,” ucapnya.

miftahul chusna/ sindonews

Berita Lainnya...