Edisi 27-04-2016
Kerusuhan Terparah Penjara-Penjara di Dunia


Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanah Air akhir-akhir ini masih menjadi pekerjaan rumah menyambut peringatan Hari Pemasyarakatan Indonesia hari ini. Kerusuhan besar di penjara sejumlah negara di bawah ini bisa menjadi pelajaran berharga terkait pembenahan sistem lembaga pemasyarakatan nasional.

1. Kerusuhan di Penjara Atlanta

Pada November 1987, Pemerintah AS bersiap memindahkan 2.500 napi asal Kuba dari penjara Federal AS di Atlanta. Namun, para napi yang sebelumnya tidak menyadari kesepakatan itu marah dan membuat kerusuhan. Sebanyak 2.500 napi mencoba melarikan diri secara massal. Parahnya, situasi itu berlangsung selama sepekan sehingga membuat penjara itu porak-poranda.

2. Kerusuhan Penjara Alcatraz

Anggapan bahwa penjara Alcatraz di tengah Teluk San Francisco tidak mungkin kebobolan tahanan hampir saja terbantahkan. Pada Mei 1946, seorang napi bernama Bernard Coy dan lima orang kawanannya tiba-tiba menyerang sipir penjara dan mencuri senjata di sana.

Mereka telah merencanakan sebuah aksi penyanderaan sebagai pintu keluar menuju perahu motor di luar penjara. Sialnya, pintu keluar penjara macet dan kawanan napi itu terperangkap. Karena putus asa, mereka akhirnya membunuh sandera dan sipir Alcatraz. Kejadian tersebut berlangsung dua hari hingga akhirnya pasukan Marinir AS turun tangan dan menghentikan kerusuhan dahsyat itu.

3. Kerusuhan di Penjara Qala I Jangi

Penjara Qala I Jangi di Afghanistan berisikan 1.000 napi yang merupakan anggota Taliban dan Al Qaeda. Kerusuhan berawal ketika beberapa napi berhasil menyelundupkan granat ke dalam penjara dan meledakkan beberapa tempat.

4. Kerusuhan di Penjara Carandiru

Kerusuhan terjadi di Penjara Carandiru, Brasil, Oktober 1992. Kekerasan massal tersebut tercatat paling banyak memakan korban dalam sejarah Brasil. Diduga, pemicu kerusuhan itu disebabkan pemberontakan yang dilakukan para napi. Namun, tidak adanya negosiasi kedua pihak yang bertikai menyebabkan 111 orang tewas akibat terjangan timah panas dan hantaman para Polisi Militer Brasil.

5. Kerusuhan di Penjara Apodaca

Pada Februari 2012, kerusuhan besar terjadi di Penjara Apodaca, Meksiko. Akibat tindak kekerasan tersebut, 44 napi terbunuh dan beberapa lainnya mengalami cedera.

6. Kerusuhan di Penjara Lucasville, Ohio

Pada April 1993, kerusuhan terjadi karena para napi menolak menerima kebijakan yang diterapkan di penjara tersebut. Kebijakan itu mengharuskan napi divaksinasi virus tuberkulosis. Napi di sana yang sebagian besar kaum Sunni menolak hal tersebut karena bertentangan dengan nilai agama.

7. Kerusuhan di Penjara Auburn

Pada 1821, gelombang massa memprotes dan menerobos Penjara Auburn di New York untuk menangkap salah satu sipir bernama Elam Lynds. Sipir itu diketahui sering menyiksa dan mencambuk tahanannya. Mengetahui gelombang massa yang menjebol penjara, ratusan napi membakar beberapa tempat untuk menciptakan kerusuhan dan dapat kabur.

8. Kerusuhan di Penjara Attica

Para napi di Penjara Attica, New York, pada 1971, meminta adanya perbaikan fasilitas di dalam penjara. Kerusuhan terjadi ketika salah seorang napi bernama George Jackson (kulit hitam) tewas ditembus timah panas petugas penjara di bagian kepala. Akibatnya, 1.000 napi di Penjara Attica memberontak dan menguasai lapas serta menyandera 33 petugas lapas. Dikabarkan 39 orang tewas, termasuk 10 petugas dan pekerja pengawas fasilitas penjara.

9. Kerusuhan di Penjara Iran

Selama revolusi Iran, pemerintahan diambil alih oleh pemimpin karismatik Ayatollah Khamenei. Ketika itu, perusahaan teknologi informasi Amerika Serikat (AS), EDS, dituduh memiliki sistem komputer yang disusupkan ke Pemerintah Iran. Sejak saat itu dua warga AS, Bill Gaylord dan Paul Chiapparone, ditangkap dan dijebloskan ke penjara Iran. Anehnya, dua bulan kemudian sekumpulan massa mengamuk menerobos masuk penjara dan membuat kerusuhan sehingga 11.000 tahanan dilaporkan lolos.

10. Kerusuhan di Penjara Manchester

Pada April 1990, kerusuhan di dalam Penjara Strangeways, Manchester, Inggris, terjadi selama 25 hari. Salah seorang napi berhasil memengaruhi teman-temannya untuk menguasai penjara dan kabur. Pada akhirnya kekuatan ribuan napi berhasil merobohkan pertahanan penjara dan mereka berhasil menguasai semua fasilitas di penjara. Akibat kerusuhan itu, dua orang dinyatakan tewas, sementara 194 lainnya mengalami cedera.

*Napi di Indonesia terbanyak nomor 10

Menurut data World Prison Population List 2015, Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan jumlah narapidana terbanyak di dunia. Sementara Indonesia berada di urutan ke-10 dengan jumlah napi sebanyak 161.692.

1. AS

• Negeri Paman Sam memiliki setidaknya 2.217.000 tahanan di berbagai penjara di seluruh negeri.

• Kepadatan penjara: 698 tahanan per 100.000 penduduk

• Jumlah penduduk 2015: 325.127.634 (4,44% dari populasi dunia)

2. China

• Diperkirakan ada 1.657.812 orang saat ini berada di balik jeruji besi di China.

• Kepadatan penjara: 119 tahanan per 100.000 penduduk.

• Jumlah penduduk: 1.401.586.609 (19,13%)

3. Rusia

• Sedikitnya 642.470 orang mendekam di penjara-penjara Rusia pada Oktober 2015.

• Kepadatan penjara: 445 tahanan per 100.000 penduduk.

• Jumlah penduduk: 142.098.141 (1,94%)

4. Brasil

• Penjara di seluruh Brasil menjadi tempat tahanan bagi 607.731 orang

• Kepadatan penjara: 301 per 100.000 penduduk.

• Jumlah penduduk: 203.657.210 (2,78%)

5. India

• Penjara di India saat ini dihuni 418.536 orang

• Kepadatan penjara: 33 per 100.000 penduduk.

• Jumlah penduduk: 1.282.390.303 (17,51%)

6. Thailand

• Negeri Gajah Putih dilaporkan memiliki jumlah tahanan sebanyak 311.036 orang

• Kepadatan penjara: 461 per 100.000 penduduk

• Jumlah penduduk : 67.400.74 6 (0.92%)

7. Meksiko

• Sebanyak 225.138 orang mendekam di penjara Meksiko

• Jumlah penduduk: 125.235.587 (1,71%)

8. Iran

• Penjara di Iran saat ini menampung 225.624 orang

• Kepadatan penjara: 287 per 100.000 penduduk.

• Jumlah penduduk: 79.476.308 (1.09%)

9. Turki

• Penjara di negara ini menampung 172.562 orang

• Kepadatan penjara: 200 per 100.000 penduduk • Jumlah penduduk: 76.690.509 (1,05%)

10. Indonesia

• Penjara di Indonesia dijejali 161.692 orang

• Kepadatan penjara: 64 orang per 100.000 penduduk.

• Jumlah penduduk: 255.708.785 (3,49%)

*Setumpuk persoalan LP di Indonesia

Selain faktor overkapasitas, penjara dan Rutan di Indonesia masih menghadapi setumpuk persoalan yang harus segera dicarikan solusinya

• Masalah honor sipir dan anggaran Lapas

• Persoalan mental aparat

• fasilitas Lapas yang jauh dari memadai

• Kurangnya jumlah petugas Lapas

• Belum maksimalnya sistem pengawasan

• Komisi Hukum Nasional (KHN) menyebut dua persoalan utama Lapas yakni praktek korupsi berupa pungutan liar ditambah terungkapnya kasus narkotika di dalam lapas • Perlunya perubahan sistem rekrutmen petugas Lapas

• Masalah pembinaan, pelayanan kesehatan, fasilitas, serta hak yang harus diberikan kepada penghuni Lapas

• Faktor psikologis napi, provokasi, diskriminasi, dan persoalan hukum rimba

*Standar indeks napi belum ideal

• Sejak tahun 2010 pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan lapas dan rutan

• Program Aksi Perbaikan Lapas (Prison Reform) mendapat suntikan anggaran sebesar Rp1 triliun.

• Dari dana itu, sejak 2010 Kemenkumham telah membangun 31 UPT baru dan 66 pembangunan lanjutan.

• Total anggaran yang dikucurkan selama 4 tahun (2010-2014) mencapai angka Rp1,5 triliun hanya mampu menambah kapasitas hunian sebanyak 8.157.

• Idealnya standar indeks kebutuhan perawatan dan pelayanan kesehatan seorang penghuni lapas/rutan membutuhkan Rp58.863,-/hari.

• Tahun 2014 pemerintah hanya sanggup menyediakan anggaran Rp29.189 juta,-/hari/penghuni. Masih di bawah 50% dari indeks ideal.

• Budget yang tersedia untuk makan penghuni tahun 2014 hanya berkisar diangka Rp 7.500,-/orang/hari

*Rusuh LP dari waktu ke waktu

Kerusuhan di lembaga pemasyarakatan Banceuy, Bandung, Jawa Barat pada 23 April lalu menambah panjang daftar kerusuhan di penjara Indonesia selama ini.

1. LP Kerobokan, Bali – 19 Februari dan 22 Februari 2012

Pertikaian di penjara ini diduga dipicu adanya diskriminasi petugas terhadap narapidana. Terjadi pertikaian antar-narapidana yang mengakibatkan satu orang terluka terkena tusukan pisau.

2. LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap - 23 Juni 2008

Dua terpidana mati asal Nigeria menjadi pelaku kerusuhan dan pembakaran di lembaga pemasyarakatan ini. Mereka membakar kantor petugas yang menyebabkan kebakaran hingga ke ruangan lain

3. LP Kesambi, Cirebon – 18 Desember 2007

Geng narapidana asal Jakarta menjadi biang keladi kerusuhan. Tidak ada korban jiwa dalam pertikaian itu, beberapa orang terluka.

4. LP Cipinang, Jakarta – 31 Juli 2007

Peristiwa dipicu persaingan antara geng narapidana asal Jawa Timur dengan geng Ambon, Palembang, dan Batak. Akibatnya, dua narapidana dari geng Jawa Timur tewas. LP Cipinang memiliki kapasitas untuk 900 orang, namun dihuni 4.000 orang.

5. LP Lowokwaru, Malang - 26 M i 2003

Terjadi keributan antar-narapidana di dalam sel. Keributan memicu kerusuhan yang menyebabkan satu orang tewas.

6. LP Tanjung Gusta, Medan - 19 Januari 2003

Kerusuhan disebabkan rencana sejumlah narapidana yang akan melarikan diri. Rencana itu ditentang rekan-rekan mereka karena diduga sudah diketahui oleh sipir penjara. Akibatnya, tiga narapidana tewas.

7. Rumah Tahanan Salemba, Jakarta – 20 Juli 2001

Perkelahian di rutan ini diduga terjadi karena adanya perbedaan jatah makan siang untuk narapidana. Dua orang tewas dan satu terluka. Polisi menyita sejumlah senjata tajam, pisau, dan pipa besi.

*Penyebab kelebihan penghuni

• Kurangnya jumlah UPT Lapas dan Rutan di Indonesia

• Tingginya angka pemidanaan menjadi alasan lain. Sistem peradilan pidana Indonesia cenderung sangat kaku, sehingga kasus sekecil apapun biasanya akan dilanjutkan prosesnya sampai dengan ditahan bahkan di penjara.

• Tidak berjalannya program rahabilitasi bagi pengguna narkotika. Penghuni terbesar dari Lapas dan Rutan adalah kasus narkotika.

• Tidak berjalannya program rahabilitasi maupun penempatan pengguna narkotika di lembaga medis dan sosial ikut menyumbang besarnya angka penghuni yang mengakibatkan overkapasitas.

*Dampak

• Tidak berjalan baiknya pembinaan di Lapas disebabkan jumlah penghuni terlalu banyak

• Kurangnya jumlah personel petugas Lapas diakibatkan perbandingan dari penghuni dan personel yang berbandingan jauh. Di beberapa kasus hal inilah yang mengakibatkan banyaknya Napi kabur

• Tingginya angka kerusuhan Lapas dan Rutan yang diakibatkan oleh gesekan antara penghuni yang biasannya disebabkan karena perebutan makanan, tampat tidur, kamar mandi dan banyak hal lainnya.

• Persoalan besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh negara untuk membiayai penghuni Rutan dan Lapas

• Overkapasitas mengakibatkan banyaknya narapidana maupun tahanan harus dimutasi sehingga mengakibatkan keluarga dari napi maupun tahanan yang ingin berkunjung harus mengeluarkan biaya lebih besar

*Data Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)

Berita Lainnya...