Edisi 27-04-2016
Saut Pastikan Ada Bukti Suap Kajati DKI


JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang memastikan ada indikasi kuat yang menunjukkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Aspidsus Kejati DKI Tomo Sitepu menerima suap.

Saut mengatakan, kasus dugaan suap penghentian perkara korupsi PT Brantas Abipraya (BA) yang ditangani Kejati DKI Jakarta ada perkembangan yang signifikan. Dari pengampaian tim penyidik bahwa uang suap USD148.835 atau sekitar Rp1,8 miliar yang diserahkan Direktur Keuangan PT BA Sudi Wantoko dan Manajer Pemasaran PT BA Dandung Pamularno kepada perantara Marudut Pakpahan (swasta) memang diperuntukkan bagi petinggi di Kejati DKI Jakarta.

Bahkan dari penyampaian tersebut, keterangan saksi, dan hasil sadapan, Saut menyimpulkan ada indikasi kuat bahwa uang tersebut untuk Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu. ”Kalau saya pribadi sih sudah firm (kuat dan tegas) ya. Nggak ragu saya,” tandas Saut di Jakarta kemarin.

Namun, mantan staf ahli kepala BIN ini menyatakan kesimpulan atas status Sudung dan Tomo harus diambil seluruh pimpinan dan jajaran struktural melalui ekspose (gelar perkara). Artinya, Saut tidak bisa memutuskan sendiri. Sampai kemarin, ungkapnya, masih belum ada ekspose untuk kasus ini.

”Kita masih jalan. Jadi tidak ada yang dihentikan kasusnya,” tandasnya. KPK, lanjutnya, menghargai pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo yang menyatakan jika tidak ada bukti-bukti maka jangan dipaksakan dan menyasar Sudung dan Tomo. Memang, ungkap Saut, KPK selama ini juga tidak pernah memaksa- maksa mengincar orang per orang dalam penanganan setiap kasus, termasuk dugaan suap penghentian perkara korupsi PT BA yang ditangani Kejati DKI Jakarta.

”Kita juga tidak boleh paksa-paksa. Ya masih jalan,” paparnya. Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk enam petinggi PT BA dalam kasus ini, di antaranya Presiden Direktur PT BA Bambang E Marsono.

Kemarin penyidik memeriksa Aini selaku karyawan sebuah money changer sebagai saksi untuk tersangka Marudut Pakpahan. Seperti diberitakan, KPK berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat suap dalam kasus penyidikan korupsi PT BA di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Kasus ini diduga melibatkan Kajati DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Aspidsus Kejati DKI Jakarta Tomo Sitepu. Tiga orang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus ini. Mereka adalah Direktur Keuangan PT BA Sudi Wantoko (SWA), Senior Manager PT BA Dandung Pamularno (DPA), dan pihak swasta bernama Marudut Pakpahan (MRD) selaku perantara. Namun hingga kini, pihak penerima suap belum juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

sabir laluhu

Berita Lainnya...