Edisi 28-04-2016
Kunci Motor Digital Antarkan Tim Universitas Jember Raih Emas


JEMBER – Tiga mahasiswa Universitas Jember (Unej) Jawa Timur berhasil menciptakan kunci kendaraan bermotor digital yang antiduplikasi. Lewat inovasi ini, angka pencurian kendaraan diharapkan bisa menjadi berkurang.

Temuan ini bahkan mengantarkan tiga mahasiswa tersebut mengantongi medali emas dalam ajang 7th International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 di Universitas Malaysia, Perlis, 8- 10 April 2016 lalu. Lewat ide inovatifnya, Anggy Yolanda, Adi Nugroho, dan Rifang Pri Asmara membuat terobosan baru sistem pengaman kendaraan bermotor dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Malaysia tersebut, tim Unej ini diganjar medali emas Special Award Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) dari Canada. Melalui karya ilmiah berjudul KeyVehicleSystemUsingFlashdisk, Anggy dkk merancang sebuah kunci digital dari flashdisk untuk kendaraan bermotor.

Menurut Anggy, timnya berhasil menciptakan sistem penyalaan mesin kendaraan melalui flashdisk . Satu flashdisk berisi satu sistem algoritma yang tak bisa disalin ke flashdisk lain. Di situlah kekuatan kunci digital buatan Anggy dkk yang berfungsi menyalakan mesin kendaraan “Jadi, kendaraan bermotor yang menggunakan kunci ciptaan kami hanya bisa dinyalakan dengan flashdisk -nya.

Cara ini diharapkan meminimalkan pencurian kendaraan bermotor,” jelas mahasiswa Program Studi Sistem Informasi tersebut. Tak hanya itu, untuk memperkuat sistem keamanan pada kendaraan, Anggy dkk telah menciptakan aplikasi berbasis android pada smartphone.

Dengan mengunduh aplikasi tersebut, pengguna bisa menyalakan langsung kendaraan dari jarak jauh. “Kami juga menyediakan fitur untuk menyalakan mesin kendaraan bermotor lewat aplikasi pendukung berbasis android,” lanjutnya. Selain kepuasan meraih penghargaan, bagi ketiga mahasiswa ini ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu pengalaman.

Rifang, anggota tim lain menuturkan, selama lomba mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga dari juri dan peserta lomba dari negara-negara lain. Tak hanya bersaing, mereka pun bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai teknologi informasi. Mereka bertemu dengan banyak pelajar dan mahasiswa dari Rumania, Polandia, Amerika Serikat, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Kamboja, Bulgaria, Mesir, Irak, Kanada, Uni Emirat Arab, Jepang, China, India, Korea Selatan, Taiwan, Moldova, Vietnam, dan Indonesia sendiri.

“Saingan terberat adalah peserta dari Jepang dan Korea Selatan yang memang terkenal dengan keunggulannya di bidang teknologi,” ucap Rifang yang belajar di Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Jember. Ke depan, ketiga mahasiswa berharap bisa melanjutkan penelitian dan mengembangkan inovasi aplikasi pada bidang-bidang lain.

“Kami sangat ingin bisa mengembangkan inovasi kunci digital ini hingga dapat digunakan misalnya pada rumah maupun benda lainnya yang membutuhkan sistem keamanan. Dan yang lebih penting dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat” tutur Adi Nugroho. Ajang 7th I-ENVEX 2016 yang diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai negara melombakan tujuh kategori.

Ketiga punggawa Universitas Jember mengikuti lomba pada kategori manufacturing process & machines and equipment. Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember Agung Purwanto menyatakan, medali emas yang dipersembahkan tiga mahasiswa ini sangat penting bagi Universitas Jember. Prestasi ketiganya menunjukkan pengakuan internasional terhadap kemampuan Universitas Jember.

muhibudin/ ant

Berita Lainnya...