Edisi 10-05-2016
E-Commerce Beriklan Rp1,7 Triliun di TV


E-COMMERCE di Indonesia: belanja iklan mereka di televisi sepanjang 2015 yang menurut catatan Adstensity mencapai Rp1,792 triliun. Tahun ini pertumbuhan ekosistem ecommerce diprediksi semakin matang.

Drama yang muncul dari berbagai sisi pun ikut mewarnai perjalanan e-commerce Indonesia. Termasuk masuknya raksasa Alibaba untuk bersaing dengan e-commerce lokal. Salah satu alasan mengapa e-commerce semakin seksi adalah besarnya potensi pasar Indonesia sebagai negara berkembang dengan populasi yang sangat masif. Tak heran, berbagai upaya pun dilakukan demi mendapatkan pasar. Termasuk lewat iklan di layar kaca (TV).

Vice President Marketing Elevenia Madeleine Ong de Guzman mengatakan, ada komponen yang perlu dipahami dalam bentuk komunikasi untuk mengembangkan merek suatu produk. Salah satunya adalah iklan di media konvensional seperti televisi. “Media konvensional memberi visualisasi menarik. Sehingga lebih gampang pula untuk menarik pelanggan,” katanya. Namun, Madeleine juga menyebut harus ada keseimbangan antara media konvensional, yakni iklan TV maupun digital. Karena keduanya memiliki keseimbangan antara kualitas dan kuantitas, yang sangat bisa diukur melalui channel masing- masing.

Setiap channel memiliki tujuan berbeda, mulai melebarkan pesan mengenai e-commerce, banyaknya kunjungan, sampai dengan transaksi yang terjadi. ”Media konvensional memberikan pengetahuan mengenai e-commerce. selanjutnya diteruskan oleh media digital dalam menghadirkan kunjungan serta transaksi. Keseluruhan aktivitas ini lantas dibagi melalui media sosial untuk menghasilkan share of voice yang lebih banyak lagi,” tambahnya.

Adstensity mengukur berdasarkan rekaman semua iklan TVC yang ada di 13 televisi nasional di Indonesia.

Binti mufarida