Edisi 10-05-2016
Lebih Agresif di OMH


Terjun ke persaingan layanan 4G LTE membuat Smartfren berlari kencang. Salah satunya dengan cara menyentuh menarik konsumen lewat open market handset (OMH). Sebelumnya, mereka hanya fokus pada Andromax.

Andromax sendiri tidak ditinggalkan walau selanjutnya Smartfren juga merilis ponsel bundling dengan Samsung. ”Ini strategi untuk menyentuh konsumen lewat perangkat dari merek yang mereka sukai. Efektif juga untuk mengenalkan layanan VoLTE lebih luas,” tegas Chief Brand Officer PT. Smartfren Telecom Roberto Saputra. Division Head Device Planning and Management PT. Smartfren Telecom Sukaca Purwokardjono mengungkap bahwa konsumen memiliki karakter dan segmentasi berbeda. Ada yang lebih memilih memakai merek terkenal dan sudah familier.

Tentu ada perbedaan juga. Misalnya saja Samsung J1 yang spesifikasi berada di bawah Andromax R2, tapi justru lebih mahal. Yakni Rp1,7 jutaan. VP Brand & Marcomm PT Smartfren Telecom Derrick Surya menyebut hal tersebut diserahkan ke konsumen untuk memilih ponsel berdasarkan merek, harga, dan spesifikasinya. Andromax ditujukan untuk mengisi konsumen entry level.

Adapun OMH untuk konsumen yang mempertimbangkan merek. Soal VoLTE, tergantung dari kualitas koneksi dan teknis dari handset. ”Kami terus berusaha mengantarkan kualitas koneksi terbaik. Namun, tetap performa handset juga berpengaruh. Misalnya kamera,” beber Sukaca.

Cahyandaru kuncorojati