Edisi 10-05-2016
Platform Belajar Mandiri Bagi Siswa


BERKAT internet, siswa sekolah kini sangat aktif dalam mencari materi yang berkaitan dengan pelajaran, termasuk teman berdiskusi mengenai PR (pekerjaan rumah) maupun pelajaran seperti yang dihadirkan oleh MejaKita.

Dunia pendidikan di Indonesia menjadi salah satu ranah yang paling terpapar teknologi. Adapun MejaKita adalah salah satu startup lokal yang lagi-lagi ingin mencoba mengatasi keterbatasan para siswa sekolah dalam memperoleh materimateri pelajaran secara mandiri. “Pada platform MejaKita tersedia materi pelajaran yang gratis dengan bahasa siswa siswi sehari-hari. Tidak formal tetapi tetap sopan, sehingga diharapkan mereka lebih bisa menerima bahan pelajaran dengan baik,” ujar Rafi Seba, Co-founder dari MejaKita.

Organisasi nirlaba yang didirikan oleh 10 pelajar SMA di sekolah yang sama ini memperoleh bantuan dari startup developer bernama Dicoding untuk menyediakan platform. Tergerak dengan visi dan misi yang dibawa MejaKita, akhirnya Dicoding membantu Rafi dan rekannya menciptakan layanan untuk para siswa sekolah “Kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas dan standar pendidikan di Indonesia.

Selain itu dengan platform MejaKita kami ingin menyadarkan para siswa siswi sekolah bahwa mereka dapat lebih aktif dan mandiri dalam belajar, tidak harus mengandalkan guru,” tandas Rafi, sapaan akrabnya. MejaKita pun akhirnya resmi dirilis pada 16 April 2016. Sebagai sebuah platform, di dalamnya terdapat banyak materi pelajaran yang dapat diakses secara gratis.

Mulai ilmu Matematika, Biologi, Fisika, hingga Kimia. “Kami juga menyediakan halaman Diskusi PR yang di dalamnya siapa pun saling bertanya dan membantu menjawab pertanyaan seputar mata pelajaran yang tidak hanya terbatas untuk empat mata pelajaran tadi. Para kontributor tersebut juga dapat membuat materi pelajaran yang nanti akan diverifikasi oleh admin kami,” tambah Rafi.

Saat ini MejaKita sudah memiliki 1.600 pengguna. Rafi mengaku bahwa MejaKita sebagai organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan akan terus menyediakan layanan secara gratis. Sedangkan badan hukum tempat MejaKita bernaung saat ini dalam proses pembentukan. “Kami melihat bidang edukasi di Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar untuk perbaikan. Perkembangan startup ranah edukasi di Indonesia juga sangat pesat, dengan maraknya gadget dan teknologi di kalangan muda tanah air maka aplikasi atau website edukasi pun mudah cocok dengan mereka,” beber Rafi mengenai pandangannya terhadap startup edukasi di tanah air.

Tantangan yang ditemui Rafi dan rekannya semenjak MejaKita dirilis adalah soal bagaimana menghadirkan dampak yang nyata terhadap dunia pendidikan di Indonesia berkat kehadiran MejaKita, mengingat startup ini masih terbilang baru. Rafi dan rekannya juga masih harus membagi fokus antara MejaKita dan tugas mereka sebagai pelajar.

“Ke depannya kami tentu akan menambah materi pelajaran untuk SMP dan SD. Kemudian kami juga akan menghadirkan konten tutorial berbentuk video dan fitur latihan soal. Untuk aksesnya tentu kami akan coba membuat aplikasi mobile MejaKita untuk platform Android dan iOS,” jelas Rafi.

Cahyandaru kuncorojati