Edisi 15-05-2016
Gubernur: Buka Sistem SNMPTN Agar Transparan


SEMARANG – Sejumlah orang tua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Kota Semarang yang anaknya tidak lulus ujian seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) menandatangani rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Kota Semarang, kemarin.

Mereka mengadu kasus yang menimpa anaknya dan meminta Ganjar ikut membantu permasalahan itu. Pertemuan tersebut digelar tertutupsekitarduajam. Usaipertemuan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku mengapresiasi langkah orang tua siswa dan pihak Pemkot Semarang yang telah membentuk tim investigasi untuk mengusut permasalahan tidak lulusnya ratusan siswa SMAN 3 Kota Semarang itu.

“Saya senang mendengar sudah ada tim investigasi dibentuk untuk permasalahan ini. Saya harap tim ini benar-benar bekerja maksimal untuk mencari akar permasalahan. Mereka harus masuk ke dalam regulasi dan sistem yang ada termasuk mencari siapa-siapa yang terlibat dalam proses input data SNMPTN,” paparnya kemarin.

Ganjar menambahkan, pihaknya baru mendapat laporan akan permasalahan itu dua hari lalu. Menurut Ganjar, pihaknya akan menampung semua aspirasi itu dan mencari jalan keluarnya. “Setelah saya telusuri dan mendengar keterangan sejumlah pihak, permasalahan ini bisa jadi dikarenakan sistem di SMAN 3 Semarang tidak pas dengan sistem SNMPTN. Sehingga saat input data, ada mata pelajaran yang tidak masuk. Bias jadi sistem yang dikembangkan di SMAN 3 itu tidak compatible dengan sistem SNMPTN,” katanya.

Jika permasalahannya seperti itu, solusinya mudah. Proses SNMPTN dapat diulang, khususnya kepada sekolah-sekolah yang bermasalah. “Saya harap pihak panitia dapat bijaksana dengan menambah kuota terhadap sekolah-sekolah yang mengalami masalah saat proses SNMPTN ini,” ucapnya. Ganjar juga berharap tim investigasi yang dibentuk dapat bekerja maksimal untuk mencari akar permasalahan yang terjadi. Jika nanti hasil temuan tim investigasi menemukan bahwa akar permasalahan adalah kesalahan sistem, maka panitia pusat harus siap mengakomodasi dengan membuka sistem tersebut.

“Sehingga ke depan dapat transparan. Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kasihan, siswa-siswa itu banyak yang berprestasi dan berhak mendapatkan tempat terbaik,” katanya. Salah satu orang tua siswa, Joko mengatakan kedatangan orang tua siswa ke Gubernur Jateng untuk meminta waktu audiensi tim investigasi. “Kami hanya ingin kepastian dan bantuan semua pihak akan nasib anak-anak kami yang tidak lolos SNMPTN itu. Hari ini (kemarin) kamiperwakilanbertemuGubernur untuk minta waktu audiensi sekaligus menyampaikan keluh kesah dan harapan akan bantuan pak Gubernur,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 380 siswa SMA Negeri 3 Semarang dari jurusan IPA reguler (12 kelas) tidak ada yang lolos SNMPTN tahun 2016.

Andika prabowo


Berita Lainnya...