Edisi 15-05-2016
Investor Asal Jepang Tertarik Berinvestasi di TAA


OSAKA - Badan Koordinasi Pe nanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan KJRI Osaka, Jetro, Kankeiren, Osa ka Chamber of Commerce and Industry (OCCI) dan Bank of Tokyo- Mistsubishi UFJ (BTMU) menggelar seminar Pe luang Investasi Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri di Indonesia.

Kegiatan seminar yang dise leng - ga rakan di Hotel Imperial Osaka me - nd a pat minat pebisnis Jepang, ter - bukti de ngan hadirnya 128 pebisnis dari be be rapa sektor di antaranya manufaktur, energi, elektronik, oto - motif, per ka palan, keuangan, aso - siasi ekonomi dan kalangan pe - merintah. Para pengusaha Jepang me ngaku tertarik berinvestasi Ka - wasan Eko-nomi Khusus (KEK) Ta n - jung Api-Api (TAA) karena letaknya yang strategis.

Konsul Jenderal RI Osaka dalam sambutannya mendo - rong pebisnis kedua negara untuk memaksimalkan hu bu - ng an Indonesia-Jepang yang baik guna meningkatkan kerja sama bisnis dan investasi yang saling menguntungkan. Semi - nar menghadirkan Deputi Ke - pala BKPM Bidang Perencana - an Penanaman Modal yang me - nyampaikan mengenai update kebijakan dan peraturan pe na - naman modal di Indonesia.

Direktur Jenderal Departemen Riset Jetro Tokyo yang men je - laskan mengenai perkembangan dan peluang investasi Je - pang di Indonesia, serta Gu ber - nur Sumatra Selatan Alex Noerdin yang memaparkan mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api- Api. Seminar dan kegiatan pro - ject consultation tersebut di ha - rapkan dapat mendorong pe - bis nis Jepang melakukan in - vestasi di Indonesia, khus us - nya KEK di luar Pulau Jawa dan KI yang difokuskan pada in - dustri padat karya, consumer goods, smelter tembaga, agro, chemical, pengolahan dan pemurnian nikel serta elektron.

Gubernur Alex Noerdin me - nyampaikan, peluang investasi di Sumsel khususnya di Tan - jung Api-Api sebagai special eco - nomic zone. Kawasan ini di fo - kuskan untuk pengembangan industri seperti karet, kelapa sawit dan petrokimia. Pelak sa - naan Asian Games 2018 juga diharapkan dapat mendorong investasi Sumsel khususnya dari Jepang. “Keunggulan lo - kasi yang strategis dan potensi sumber daya alam yang cukup melimpah merupakan potensi terbesar yang diharapkan da - pat diolah di KEK TAA,” kata Alex Noerdin.

Jepang merupakan negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia yang sampai saat ini masih berfokus di Pulau Jawa. Tetapi kebijakan peme - rin tah saat ini lebih akan mendorong investasi di luar Jawa, salah satunya Sumsel. Untuk itu, beberapa kebijakan pembangunan infrastruktur di Sumsel harus terus dipacu per - ce patannya antara lain pe la - buhan, jalan tol, jalan kereta api.

Dari hasil project con sul ta - tion ada beberapa perusahàan yang menginginkan informasi detail terkait KEK Tanjung Api Api, salah satunya perusahaan yang saat ini sedang melakukan research untuk pembangunan pabrik olahan minyak sawit yang dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran yaitu CTI Enggeneering Co Ltd. Sementara Hirotaka Hiya - ma selaku deputi pengem bang an bisnis Jepang mengakui, Sumsel mempunyai potensi kelapa sawit yang cukup besar dan kejadian kebakaran hutan di Sumsel beberapa tahun ini cukup besar.

Selain itu juga mereka melihat Australia seba - gai pasar terbesar juga. Melihat semua potensi ini, pemerintah Jepang melalui EMATEC yang merupakan General Incor - porated Foundation Envir ontmental Management &Te - chnology Center bersama Mitshubishi UFJ Research and Consulting dan Suzuki Sangyo Co Ltd akan bekerja sama mem - bangun Waste Water Treat - men t Plant di KEK Tanjung Api- Api. Rencananya tahun ini akan dilakukan studi, 2017 menyu - sun DED dan tahun 2018 kon - struksi.

“Kami berharap dari dua ini dapat segera terwujud. Berbagai upaya tetap akan kita lakukan untuk menarik in ves tasi di KEK TAA,” kata Hirotaka.

Berli z/rel

Berita Lainnya...