Edisi 15-05-2016
Jadi Acuan Harga Kebutuhan Pokok


YOGYAKARTA – Menjelang Ramadan, harga barang kebutuhan pokok biasanya mulai naik. Keadaan tersebut hampir pasti berulang setiap tahun. Tetapi, kini masyarakat Kota Yog yakarta tak perlu risau memikirkannya.

Kemarin telah dibuka Kios Segoro Amarto di Pendopo Ti - mur Pasar Beringharjo. Kios ha - sil kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Perum Bulog, Bank Indonesia Per wa - kil an DIY, dan BPD DIY itu ber - fungsi sebagai acuan harga ko - moditas pokok masyarakat. “Kios ini sebagai pengendali harga, sebagai acuan harga ke - butuhan pokok bagi konsumen dan pedagang. Ini sebuah terobosan positif karena pertama kali di Indonesia,” kata Wali Ko - ta Yogyakarta Haryadi Suyuti saat meresmikan Kios Segoro Amarto di Yogyakarta ke ma - rin.

Berdasar kajian dari Tim Pe - ngendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta, di DIY saat ini inflasi berada di bawah angka 4%. Untuk mempertahankannya, perlu pengawasan dan pengendalian harga, khu - sus nya barang kebutuhan po - kok masyarakat, di luar kebija k - an operasi pasar dengan subsidi pemerintah. Haryadi mengakui, jika permintaan barang meningkat, ke - tersediaan barang kurang, di - pas tikan terjadi kenaikan harga. Salah satu penyebabnya ka - rena kekhawatiran masyarakat tidak memperoleh barang yang dibutuhkan. Jadi, tidak jarang dimanfaatkan pedagang dengan menaikkan harga.

“Boleh, naik tapi harus ra sio - nal. Tapi kini setelah ada Kios Se goro Amarto, masyarakat bisa mencari referensi harga,” se - butnya. Keberadaan Kios Segoro Amar to diklaimnya bukan un - tuk menyaingi pedagang di Pa - sar Beringharjo, bukan juga se - ba gai tempat kulakan. “Karena hargane apik . Jadi ingin kulakan di sini, jangan. Kami sudah siapkan upaya antisipasi hal itu,” ka - ta Haryadi. Kepala Perum Bulog Divisi Regional DIY Sigit Tejo Mul yo - no mengatakan, sebagai pelak - sa na Kios Segoro Amarto, dia men janjikan siap menjaga ke - ter sediaan barang dan memberi harga relatif lebih murah dari harga di pasaran.

“Berapa pun stok yang dibutuhkan masyarakat, kami siap. Harga juga lebih murah karena kami putus mata rantai, langsung ambil dari petani binaan Bulog. Jika tidak, harga pasti tinggi,” ujarnya. Barang kebutuhan pokok yang tersedia adalah beras me - rah Rp10.000 per kilogram (kg), be ras C4 organik Rp10.000, C4 su per harga Rp9.500, beras men thik susu Rp12.000, menthik wangi Rp11.000, C4 medium seharga Rp8.500. Serta mi - nyak goreng dijual harga Rp12.000 dan gula pasir Rp15.000 per kg.

“Harga tak terpaut jauh dengan harga pedagang,” kata Sigit. Kios Segoro Amarto akan bu ka setiap hari Sabtu dan Ming gu mulai pukul 09.00- 15.00 WIB. Khusus beras, Bulog menjamin ketersediaan hingga 2017. Saat ini stok beras di Bulog ada 31.000 ton. Ke depan Bulog berencana sediakan barang kebutuhan pokok lain seperti cabai dan bawang. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Arif Budi Santoso mengaku pihaknya turut terlibat dalam evaluasi.

Tujuannya agar inflasi DIY tetap di bawah 4%. “Kami akan jaga inflasi, salah satunya de - ngan kestabilan harga kebutuhan pokok. Dalam tiga tahun awal, evaluasi dilakukan per tahun,” katanya.

Ristu hanafi


Berita Lainnya...