Edisi 15-05-2016
Manfaatkan Data untuk Perbaikan Ekonomi


SENSUSekonomi yang tengah berlangsung menjadi evaluasi bagi pemerintah dalam memetakan dan menetapkan kebijakan. Hasil pendataan sensus ekonomi inilah yang akan menjadi dasar.

Seyogyanya pemerintah benar-benar memanfaatkan sebaik-baiknya data sensus ekonomi 2016 ini. Nah, apakah sensus ekonomi perlu dilakukan? Apa manfaat yang akan didapat masyarakat dari sektor ekonomi? Menanggapi hal ini, pengamat ekonomi asal Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario mengatakan sensus ekonomi memang harus dilakukan pemerintah. Sensus inilah yang akan memetakan perkembangan ekonomi negara ini, yakni dari sektor formal dan informal.

“Tujuannya untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan ekonomi, khususnya pelaku jumlah usaha dari sektor usaha. Dengan demikian, bisa diketahui jenis usaha tersebut, apakah formal atau informal,” ucapnya. Dari kedua sektor usaha tersebut, alangkah baiknya bila sektor formal mendominasi. “Semua negara akan lebih baik untuk mengambil kebijakan, bila sektor formal yang lebih banyak. Formal telah berbadan hukum, usaha formal umumnya bisa menyerap tenaga yang lebih banyak,” papar Wahyu Ario. Melihat 10 tahun lalu, sensus yang dilakukan 2006 menunjukkan sektor usaha informal mendominasi.

Untuk sensus ekonomi kali ini, Wahyu itu melihat adanya pergeseran. Ternyata sektor formal yang mendominasi. “Sensus 2006 didominasi informal. Tahun ini saya melihat ada pola pergeseran,” ucapnya. Secara keseluruhan, dilakukannya sensus ekonomi ini akan menjadikan dasar pemerintah dalam mengambil dan menetapkan kebijakan. Kebijakan inilah yang akan tersentuh bagi pelaku ekonomi dua sektor tersebut. Nanti, dari sini pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat.

Pengaturannya lebih gampang, kebijakan pemerintah lebih mudah. Sisi lain yang menjadi kemudahan bagi pemerintah, data sensus menjadi basis data. Semua sektor kehidupan, seperti ekonomi, tenaga kerja, sosial, dan lainnya akan dengan mudah menentukan kebijakan yang sama lewat data sensus tadi. Namun, yang harus dipastikan begitu sensus selesai maka pemerintah harus memanfaatkannya dengan baik dan cepat.

“Jadi, hasil sensus ekonomi ini dijadikan basis data, yang dapat digunakan kementerian terkait. Pemerintah akan dengan mudah menentukan kebijakan 2017 nanti,” ungkapnya. Wahyu menambahkan, hasil sensus ekonomi juga menjadi pegangan pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Seberapa besar jumlah bantuan akan sangat tergantung dari hasil sensus. Manfaat dari sensus ini menjadi dasar dalam penekanan penyelewengan dana, proyeksi pendapatan pajak dan lainnya.

Sejatinya dasar sensus ini dilakukan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Wien Kusdiatmono menjelaskan untuk menyukses sensus kali ini mengerahkan 12.000 petugas yang disebar di seluruh kabupaten/kota.

Sebanyak 4.000 petugas di antaranya akan bekerja di Medan. Mereka akan mendata semua jenis usaha hingga 31 Mei mendatang. Medan memang mendapat perhatian khusus BPS karena kota ini jumlah industri cukup besar. Selain Medan, Deliserdang dan Langkat juga termasuk daerah berpotensi. “Kami yakin jumlah industri di tiap kabupaten/kota bertambah banyak,” ucapnya. Wien menambahkan, petugas sensus nantinya akan fokus menanyakan alamat usaha, jenis usaha, dan omzet usaha. Dia juga meminta warga bersikap jujur dan terbuka sebab semua data akan dirahasiakan dengan baik.

“Semua keterangan pribadi yang kami data tidak akan bocor ke pihak manapun dan kapan pun. Data itu pun nanti tidak akan disimpan di BPS,” katanya. Sensus ini sangat penting untuk mengetahui peta ekonomi Indonesia, sekaligus memudahkan pemerintah mengatur menyusun strategi dan kebijakan berkaitan dengan perekonomian. “Kami akan menyukseskan sensus ini untuk membantu pemerintah menyusun strategi ekonomi Indonesia lebih baik terlebih lagi. Apalagi saat ini sudah masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” ucap Wien.

BPS juga sudah menetapkan cakupan sensus ekonomi ini dari seluruh sektor usaha atau perusahaan nonpertanian. Termasuk juga dari sisi lokasi usaha. Tak ketinggalan sensus dilakukan pelaku ekonomi tetap, tidak tetap, keliling, dan rumah tangga. Dari pelaku usaha, sensus akan menyasar pemerintah yakni sekolah dan rumah sakit; korporasi berupa perusahaan, restoran, supermarket, hotel; lembaga nonprofit yakni tempat ibadah, organisasi sosial.

Sensus juga akan mendata usaha rumah tangga dalam bentuk online dan sektor nonformal lainnya. Dari sensus ekonomi ini akan didapat pemetaan potensi atau level ekonomi menurut wilayah, jenis dan pelaku usaha, pendataan ketenagakerjaan, dan lainlain.

Haris dasril

Berita Lainnya...