Edisi 15-05-2016
Medan Masih Rentan Kasus TBC


MEDAN- Kota Medan ternyata masih rentan terhadap kasus-kasus tuberculosis (TBC). Terbukti sejak 2011- 201,6 ditemukan sebanyak 6.000 kasus TBC dan lebih kurang 3.000 di antara penderitanya adalah basil tahan asam positif.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada peringatan Hari TB Sedunia di Gelanggang Remaja Medan, Sabtu (14/5) mengatakan, data lainnya juga menyebutkan penderita TB resisten obat sampai dengan awal Mei ini ditemukan sebanyak 138 kasus. Meski demikian, kata dia, jika dibandingkan dengan angka prevalensi TB nasional yang baru sebesar 647 orang per 100.000 penduduk, pencapaian Program Penanggulangan TB (P2TB) di Kota Medan dapat dikatakan masih di bawah rata-rata.

Menurut dia, penyakit TB bukan sekadar masalah kesehatan semata, tetapi juga memiliki kompleksitas permasalahan yang terkait dengan psikologis, ekonomi sosial dan aspek lainnya, sehingga berdampak luas dalam kehidupan masyarakat. Itu sebabnya penanganannya tidak cukup dari sisi kesehatan semata, melainkan juga membutuhkan aspek lainnya. ”Seperti aspek pendidikan. Kepatuhan terhadap jadwal pemberian obat dan motivasi untuk sembuh merupakan faktor yang harus digerakkan bersama-sama,” katanya.

Di sisi lain, kata dia, stigma masyarakat terhadap TB yang merupakan penyakit menular, juga semakin menambah berat masalah sosial yang dialami seseorang penderitanya sehingga masyarakat cenderung menjauhi, akhirnya penderita merasa dikucilkan. Untuk itu, perlu ada perhatian khusus untuk meminimalisasi stigma tersebut dan mendorong masyarakat untuk mendukung program pencegahan dan pengobatan paru. Atas dasar itulah, ia sangat mengapresiasi digelarnya Hari TB Sedunia tersebut dengan harapan semua rangkaian acara dapat memberikan manfaat, terutama dalam rangka pencegahan dan pengobatan TB secara terpadu.

”Peringatan ini harus kita gunakan untuk mengevaluasi apakah yang kita lakukan selama ini telah optimal atau belum dan apa saja yang harus kita perbaiki serta tingkatkan pada masa mendatang,” katanya. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, dengan banyak ditemukan pengidap TBC menandakan upaya penanggulangannya belum maksimal.

Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Misalnya saja kurangnya kepedulian hingga keterlibatan institusi. Bila hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin Medan akan menjadi kota darurat dengan TB. Apalagi, hingga 2016 ini kasus TBC di Medan telahmencapai6.000penderita.

Erry juga menyebutkan, saat ini masyarakat belum sepenuhnya terbebas dari TB. Diperlukan upaya bersama untuk memberantasnya. “Mudahmudahan melalui gerakan massal ini, penyakit TB yang belum terdeteksi bisa terdeteksi dan tertangani,” sebutnya.

Ant

Berita Lainnya...