Edisi 15-05-2016
Salah Gunakan Izin Tinggal, Dua Sales Malaysia Diamankan


MEDAN – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan kembali mengamankan orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal. Dua salesasal Malaysia berinisial MH dan YCC diamankan saat menjual produk kesehatan kepada petugas Imigrasi yang menyamar sebagai pembeli.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan Lilik Bambang Lestari mengungkapkan, sebelum diamankan, petugas telah melihat aktivitas keduanya menjual produk kesehatan di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Medan. Saat itu petugas Imigrasi mencurigai logat keduanya yang sama dengan logat bahasa Malaysia. Petugas lalu meminta nomor ponsel kedua sales tersebut dan memancingnya untuk bertransaksi di Jalan Kejaksaan. Petugas Imigrasi memesan empat unit alat kesehatan berupa reiki slimming massage.

Saat itulah petugas Imigrasi langsung meminta dokumen perjalanan kedua sales asal Malaysia itu. Ternyata keduanya hanya menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) untuk masuk ke Indonesia. Diketahui, BVK hanya bisa digunakan untuk kunjungan wisata, bukan untuk bekerja. “Petugas kami menahan dua sales asal Malaysia yang menyalahgunakan visanya, Kamis (12/5) lalu. Keduanya melanggar Pasal 122 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” paparnya di Medan, Sabtu (14/5).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, keduanya telah menjual 60 unit alat kesehatan di Kota Medan, sejak masuk ke Kota Medan, 30 April lalu. Keduanya mengaku masuk ke Kota Medan sebagai trainer dari perusahaan yang menjadi distributor alat kesehatan tersebut.“Info sementara, ada perusahaan baru buka cabang di Medan dan keduanya jadi trainerdi Medan,” ujarnya. MH mengaku diajak bekerja oleh sebuah perusahaan yang memasarkan produk kesehatan tersebut.

“Kami disuruh untuk men-training karyawandiMedankarenaperusahaan ini tertarik dengan cara kerja kami memasarkan produk ini di Malaysia,” paparnya. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly sebelumnya pun mengatakan, pemerintah menyadari program BVK tersebut belum berjalan dengan maksimal. Pemerintah masih tetap mempelajarinya. “Pokoknya kalau dia (orang asing) masuk, tetap harus dipantau. Kita kan mau meningkatkan turisme juga,” paparnya seusai kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (29/4).

Yasonna menambahkan, permasalahan masuknya pekerja asing ilegal itu tidak hanya menjadi perhatian khusus pihak Imigrasi, tapi juga telah menjadi perhatian pemerintah. Begitu juga permasalahan barang-barang ilegal yang masuk ke Indonesia, seperti narkoba dan lainnya. Dia mengharapkan seluruh stakeholder dan masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Masyarakat pun bisa melaporkan orang asing yang mencurigakan kepada Imigrasi.

Dicky irawan


Berita Lainnya...