Edisi 15-05-2016
Sensus Tanpa Sosialisasi Membuat Pengusaha Menjadi Tak Happy


Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 yang tengah dilakukan pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) sampai 31 Mei mendatang ternyata tidak sepenuhnya diterima para pengusaha. Pengusaha khawatir data usahanya disebarluaskan ke publik.

Kondisi itu jelas membuat tak happy para pengusaha. Hal itu seperti yang diungkapkan, pemilik D’Session Travel dan Rumah Makan Junma, Juanda. Bagi Juanda, sensus ekonomi ini justru membuatnya tidak tenang. Juanda berpendapat, data perusahaan sangat rahasia sifatnya. ”Yah, jelas terganggu apabila data perusahaan diketahui publik. Apalagi sampai menyebar. Jelas kami menolak sensus ekonomi ini. Tapi sampai sekarang belum ada petugas yang datang untuk mendata,” ungkap Juanda kepada KORAN SINDO MEDAN kemarin.

Soal sensus ini pun menimbulkan pertanyaan di benak Juanda. Misalnya, untuk apa tujuan sensus, di bawah naungan siapa sensus itu, untuk apa pendataan ini, dan ke mana pertanggungjawabannya. Menurutnya, hal-hal tersebut disosialisasikan lebih dahulu sehingga pelaku usaha tidak menjadi resah. Sehingga apabila nanti ada persoalan yang timbul, pelaku usaha dapat memintai pertanggungjawaban. ”Tujuannya apa, untuk apa kami tidak tahu. Sampai sekarang saya juga tidak tahu hal ini.”

”Tiba-tiba mereka datang minta data perusahaan. Ini kan lucu. Harusnya disampaikan dengan jelas. Kalau begini, apabila mereka datang, saya tidak akan kasih data sebenarnya. Kalaupun harus jawab, dijawab sekadarnya saja. Soalnya ini menyangkut keselamatan perusahaan saya,” ucapnya. Direktur Utama PT Multigrafindo Mandiri, Irwandi mengungkapkan, sensus ekonomi yang sedang berlangsung ini harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuannya apa, arahnya ke mana, dan bagaimana imbasnya untuk pengusaha.

Selama tujuannya jelas dan tidak ada tujuan lain dibalik itu, pihaknya akan sangat terbuka. Semua data yang diperlukan akan disampaikan. Termasuk menyangkut data perusahaan yang dianggap penting. Namun, apabila tujuan sensus tidak jelas, hal ini yang membuat pihaknya menjadi ragu. Dengan adanya kejelasan dan transparan tentu membuat para pengusaha nyaman memberikan data.

”Kalau semuanya jelas atau transparan, tidak ada masalah. Apa yang dibutuhkan kami berikan dan yang ditanyakan kami sampai secara detail. Apalagi ini program pemerintah tentunya harus didukung. Dengan catatan, hal ini lebih membuat pengusaha lebih nyaman dalam menjalankan usahanya,” ungkapnya. Dia mencontohkan pembongkaran reklame sedang berjalan di Kota Medan. Pihaknya sangat mendukung penertiban dilakukan karena bertujuan untuk penataan.

Harusnya semua reklame yang bermasalah, merusak estetika dibongkar tanpa pengecualian. Sekarang ini tidak. Kesannya tebang pilih. Begitu juga sensus ekonomi tersebut. Apabila untuk kebaikan dan perbaikan kenapa tidak. “Makanya kami menunggu. Soalnya sampai sekarang belum datang petugasnya. Jadi, kami sendiri belum tahu tujuannya apa dan apa manfaatnya,” pungkasnya.

Reza Shahab
Medan

Berita Lainnya...