Edisi 15-05-2016
Adu Nyali


MALANG – Laga sengit bakal tersaji di Stadion Kanjuruhan, Malang, saat Arema Cronus menjamu Bhayangkara Surabaya United (BSU), Minggu (15/5).

Tak hanya dibumbui gengsi, pertemuan dua tim Jawa Timur ini juga menentukan posisi di klasemen sementara. Siapa pun yang bisa meraup poin maksimal, bakal mempertahankan posisi papan atas Torabika Soccer Championship (TSC) . Kebetulan Arema Cronus dan BSU sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan berikutnya. Sebagai tuan rumah, Arema tidak mau ternoda apalagi oleh yang membawa nama Surabaya.

Kendati belum bisa diperkuat beberapa pemainnya, tim berlogo kepala singa itu percaya diri bisa memulangkan lawannya dengan tangan hampa. Pelatih Arema Milomir Seslija mengatakan timnya sudah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menyiasati absennya pemain. Arema masih belum diperkuat Cristian Gonzales dan Dendi Santoso karena cedera, plus Hendro Siswanto yang terkena skorsing kartu merah. Kondisi bek Syaiful Indra Cahya sudah membaik, namun kemungkinan dia bermain masih belum ada kepastian.

“Kami sudah melakukan antisipasi dengan absennya beberapa pemain, mudah-mudahan strategi berjalan dengan baik,” tutur Milo. Milo yang pernah menyebut BSU sebagai salah satu pesaing berat timnya, masih terlihat tenang dengan kondisi timnya. Sejauh ini dia masih sangat yakin absennya beberapa pemain sekaligus tak mereduksi mutu permainan anak asuhnya. “Saya akan memilih pemain yang tepat untuk menjalankan taktik lawan BSU. Kondisi tidak komplit memang kurang menguntungkan, tapi saya tidak mau mengeluh dan fokus pada persiapan menghadapi Surabaya United,” tambah Milo.

Dia mengatakan BSU merupakan tim dengan kemampuan bagus dan tidak pantas dipandang sebelah mata. Fakta bahwa tim asuhan Ibnu Grahan belum tersentuh kekalahan, menjadi salah satu kewaspadaan Singo Edan. Gustavo Giron, Sunarto dan Ferry Aman Saragih, adalah pemain yang disiapkan untuk mengganti tugas Gonzales, Dendi dan Hendro. Tetap memakai formasi 4-3-3, Arema memastikan akan bermain ofensif dan mendominasi permainan.

Sementara, BSU bakal bermain dengan nyali tebal untuk menghadapi tekanan tuan rumah. Pelatih Ibnu Grahan meminta pemainnya agar tidak keder dengan potensi intimidasi Esteban Vizcarra dkk, sekaligus tekanan dari supporter. “BSU harus punya keberanian dalam bermain. Saya akan memilih pemain yang punya nyali, karena itu yang dibutuhkan saat bertanding di kandang Arema. Kami tidak boleh terkungkung dalam tekanan tuan rumah,” sebut Ibnu Grahan. Setelah melepas Shane Malcolm, BSU mendatangkan striker asal Brasil Thiago Furtuoso. Namun kepastian status pemain yang pernah memperkuat Surabaya United pada silam tersebut masih menunggu pengesahan operator kompetisi.

“Secara mental, anak-anak sudah siap menghadapi Arema. Kami semua tahu bagaimana kualitas tuan rumah, jadi BSU harus mengeluarkan seluruh kemampuan. Asalkan tidak kalah, itu akan menjadi hasil bagus buat kami,” demikian Ibnu Grahan.

Kukuh setyawan

Berita Lainnya...