Edisi 15-05-2016
Gelar Juara Peter Pouly Dibatalkan


BANYUWANGI – Selebrasi juara Peter Pouly pada International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016 hanya bertahan beberapa jam. Pihak commissaire memutuskan pembalap Singha Infinite Cycling Team tersebut didiskualifikasi di etape terakhir (IV). Pouly didakwa melanggar aturan Union Cicliste Internationale (UCI) artikel 1.3.019 tentang berat minimum sepeda.

Berdasar aturan tersebut, pembalap tidak boleh menggunakan sepeda yang lebih ringan dari 6,8 kilogram. Dalam balapan kemarin, c ommissaire menemukan berat sepeda Pouly kurang dari 6 kilogram. Akibat pelanggaran ini gelar juara Peter Pouly di Etape IV sekaligus gelar juara umumnya dinyatakan gugur. Dengan begitu, pembalap di urutan kedua yakni Crawford Jai dari Kinan Cycling Team (Jepang) secara otomatis dinyatakan sebagai jawara. Crawford Jai meraih dua gelar sekaligus, yakni klasifikasi individual karena berada di belakang Peter Pouly serta klasifikasi umum. Chief Commissaire ITdBI Majid Nasseri mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi selepas balapan.

”Kami mendapat laporan tentang pelanggaran yang dilakukan Peter Pouly, kemudian melakukan pemeriksaan dan hasilnya membuktikan dia melanggaran aturan UCI. Dia mengganti sepedanya sebelum start, kemudian kami melakukan cek setelah finish,” jelas Majid saat press conference di Hotel Blambangan, Sabtu (14/5) malam. “Peter Pouly memakai sepeda dengan berat kurang dari 6 kilogram, sedangkan aturan UCI menyatakan berat minimal sepeda adalah 6,8 kilogram. Jadi, kami memutuskan Peter Pouly didiskualifikasi dan otomatis runner up menjadi juara,” urai pria asal Iran ini.

Sanksi tak hanya diberikan kepada Peter Pouly. Dua rekan satu tim di Singha Infinite Cycling Team, Konstantin Fast dan Nicolas Magnan pun menerima sanksi. Bahkan tim Singha beserta manajernya Brandon Teo juga didiskualifikasi. Menurut Majid, secara umum pelanggaran yang terjadi tidak berpengaruh pada penyelenggaraan ITdBI 2016. Dia menilia pelaksanaan balapan berlangsung baik, terutama faktor kenyamanan dan keamanan. Karena itu, dia mangatakan ITdBI tidak akan ternoda dengan diskualifikasi ini.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan pihaknya menghormati segala keputusan Commissionaire soal diskualifikasi tersebut. Menurutnya keputusan itu hal teknis dan terlepas dari penyelenggraan ITdBI. “Jadi pihak Commissionaire menerima laporan dari Kinan Cycling Team bahwa Pouly mengganti sepeda yang tak sesuai regulasi. Commissionaire memutuskan bahwa laporan tersebut benar dan menyatakan Pouly dan tim Singha didiskualifikasi,” jelas Guntur.

Sementara itu Peter Pouly tidak hadir dalam keterangan pers di Hotel Blambangan. Namun dia sempat memposting perihal keputusan diskualifikasi tersebut di akun facebook . Pouly terlihat legawa menerima keputusan itu. Dia menulis, “Apa pun yang terjadi hari ini, saya tetap akan melakukan apa yang saya cintai. Saya bangga telah memenangkan balapan ke puncak Ijen untuk istri, anak-anak saya, serta tim. Dukungan masyarakat Banyuwangi dan Indonesia akan selalu saya ingat.” Pouly juga menulis alasannya mengganti sepeda semenit sebelum start .

“Terima kasih kepada Jesse Featonby dari Team Swiss Wellnes yang mengetahui dan memberitahui kerusakan di sepeda saya semenit sebelum start. Jika tidak saya bisa mengalami kecelakaan,” demikian tulis Peter Pouly. Sebelumnya, sesuai diprediksi Peter Pouly memang berhasil finish tercepat pada Etape IV ITdBI 2016. Dengan hasil ini, pembalap asal Prancis dari Singha Infinite Cycling Team tersebut mengawinkan juara perorangan dengan juara umum.

Untuk klasifikasi perorangan, Pouly melindar garis finish dengan torehan waktu 3 jam, 50 menit dan 36 detik untuk menempuh jarak 123 kilometer dari TPI Muncar hingga Paltuding, Ijen. Di belakang Pouly, ada Jai Crawford dari Kinan Cycling Team yang terpaut cukup jauh yakni 2 menit dan 26 detik. Peringkat ketiga diraih pembalap Indonesia Bambang Suryadi dari Black Inc Cycling Team dengan kesenjangan 4 menit dan 27 detik.

Sementara untuk klasifiksi umum, Peter Pouly mencatat total waktu total 14 jam, 29 menit dan 51 detik. Runner up klasifikasi umum menjadi milik Jai Crawford dengan total catatan waktu 14 jam, 32 menit dan 21 detik. Di urutan ketiga adalah rekan setim Jai Crawford di Kinan Cycling Team, yakni Ricardo Garcia dengan waktu 14 jam, 35 menit, 13 detik.

Kukuh setyawan

Berita Lainnya...