Edisi 15-05-2016
Siswa hingga Pekerja Wajib Tes Narkoba


BATU– Seluruh warga di Kota Batu diwajibkan mengikuti tes narkoba. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota Batu (Perwali) No 18/2016 tentang Pemberantasan Narkoba yang akan diterbitkan bulan ini.

Kepala Bagian Hukum Kota Batu, Muji Dwi Leksono menjelaskan, dalam Perwali tersebut diatur, setiap calon siswa yang akan masuk SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK wajib mengikuti tes urine. Hal yang sama berlaku bagi calon pengantin dan calon pekerja atau yang baru saja diterima bekerja di perusahaan yang berada di wilayah Kota Batu. Bagi pegawai negeri sipil (PNS), tes urine dilaksanakan setiap kenaikan pangkat.

“Peraturan ini menunjukkan Pemkot Batu sangat peduli terhadap upaya pemberantasan narkoba,” kata Muji. Menurut Muji, selain pada kenaikan pangkat, tes urine bagi PNS Kota Batu juga bisa dilaksanakan sewaktu-waktu dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu. “Pak wali kota selalu menginstruksikan dilaksanakan tes urine untuk PNS Pemkot Batu untuk mengetahui siapa saja yang tergolong pencandu narkoba,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan BNN Kota Batu, Kompol Edi Hari K mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah menjadi atensi secara nasional.

Bahkan presiden telah menyatakan Indonesia telah darurat narkoba sehingga butuh penanganan yang intens dan tidak biasa. Di Kota Batu, selama 2015 telah ada 201 orang yang dimasukkan panti rehabilitasi narkoba. Sementara hingga Mei 2016, tercatat ada 15 orang yang masuk panti rehabilitasi. Data ini, kata Muji, menunjukkan tren peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak surut. Karena itu butuh kesadaran dan gerakan moral seluruh lapisan masyarakat untuk memberantas narkoba.

Yang tidak kalah penting, lanjut dia, peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Komunikasi dalam keluarga amat penting agar tidak terjadi penyimpangan perilaku pada anak-anak mereka. “Narkoba tidak memandang status ekonomi masyarakat. Mereka yang terkena narkoba mulai ekonomi rendah sampai yang banyak uang. Kalau mentalnya sudah rusak larinya pasti ke narkoba. Jadi siapa pun orangnya harus bisa membentengi diri agar terhindar dari narkoba,” ujarnya. Gerakan moral memerangi narkoba di Kota Batu telah ditunjukkan dengan berdirinya sejumlah lembaga dan komunitas antinarkoba.

Salah satunya Srikandi Narkoba, yang ada di setiap desa dan kelurahan dengan tim penggerak PKK sebagai anggotanya. Di lembaga pendidikan dibentuk kader Taruna Bebas Narkoba dan ada pula Laskar Anti Narkoba yang dimotori Muslimat Nahdlatul Ulama. “BNN, kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dari masyarakat untuk memberantas narkoba di Kota Batu,” kata Muji.

Maman adi saputro

Berita Lainnya...