Edisi 15-05-2016
Mahesa Jenar Tetap Ada Sampai Kapan pun


Sempat vakum cukup lama lantaran tidak ada kejelasan kompetisi, skuad PSIS Semarang akhirnya resmi diluncurkan. Bertempat di mes PSIS Semarang di Jalan Semeru Dalam, sebanyak 26 pemain yang telah resmi diikat kontrak, diperkenalkan kepada suporter Jumat (13/5) malam.

Mahesa Jenar sebelumnya memilih absen dari beberapa turnamen. Ini karena dianggap hanya akan membuang energi karena tidak memberikan keuntungan dan prestasi klub di pentas sepak bola nasional. Terakhir, klub yang berdiri pada 1932 ini hanya turun dalam Polda Jateng Cup 2015, itu pun PSIS sebagai inisiator turnamen. General Manajer PSIS Kairul Anwar berharap dukungan suporter kepada tim tidak padam. Kebersamaan yang selama ini terjalin antara klub dengan elemen pendukung harus dipertahankan.

“Ini kebersamaan yang luar biasa,” ujar Kairul Anwar di hadapan ratusan Snex dan Panser Biru , elemen suporter terbesar PSIS. Berbeda dengan peluncuran tim musim 2015, tahun ini sangat berbeda karena ikut dihadiri oleh suporter yang jumlahnya tidak sedikit. Para pendukung diajak lebih dekat dan mengenal para pemain satu persatu, setelah dipanggil satu persatu oleh jajaran manajemen. Pihaknya berharap kebersamaan yang terjalin selama ini tetap terjaga dengan baik seperti yang terjalin selama ini.

Dia ingin prestasi PSIS menjadi yang terbaik. “PSIS ini tetap ada sampai kapan pun. Kami di jajaran manajemen tetap akan kompak,” ucapnya. Musim ini tim mayoritas diperkuat oleh wajah lama, seperti Fauzan Fajri, Safrudin Tahar, M Yunus, Hari Nur Yulianto, Johan Yoga Utama, Ahmad Agung, Edi Anto, dan beberapa nama lainnya. Wajah baru juga mengisi di beberapa posisi, seperti Barep Wahyudi Widodo (kiper), Ahmad Mahrus Bachtiar, Fajar Bagus Bintoro, dan Topas Pamungkas di lini belakang.

Di barisan tengah ada Wage Dwi Aryo, eks punggawa Surabaya United. Gelandang Lingga Ashadi (eks Persita Tangerang), yang sempat diberitakan bergabung, akhirnya memilih kembali ke Jawa Timur karena alasan keluarga. CEO PSIS Alamsyah Satyanegara Sukawijaya bersyukur tim bisa terbentuk. Dia mengakui pembentukan tim musim ini harus melewati hambatan dan tantangan cukup berat. “Kita optimistis PSIS lolos grup dan bisa menjadi juara dengan dukungan teman-teman suporter,” ujar pria bersapa Yoyok Sukawi ini.

Sebenarnya peluncuran tim ini sedikit terlambat karena PSIS sudah menjalani laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B di Grup 4 melawan Persipur Purwodadi. Sebelum melakoni laga kedua, sekaligus kandang perdana melawan Persibat Batang, Minggu (15/5), tim diluncurkan dalam rangkaian yang sederhana dengan berdoa bersama anak panti asuhan Al Bisri. Dalam pertemuan yang penuh kehangatan antara tim dengan suporter ini, sempat diwarnai perdebatan.

Manajemen menghendaki suporter tidak membawa flare dan kembang api ke dalam stadion karena bisa didenda Rp10 juta. Flare boleh dinyalakan satu jam setelah pertandingan usai. Setelah terjadi perdebatan sengit, Yoyok Sukawi akhirnya mempersilakan suporter untuk membuktikan apakah kena denda atau tidak. Jika harus membayar denda, dia minta suporter ikut bertanggung jawab.

Dari pihak suporter pun tetap ngeyel. “Kami minta dispensasi, flare dinyalakan seusai pertandingan. Kan ini tidak mengganggu jalannya pertandingan,” ucap Ketua Umum Panser Biru Kepareng.

Arif Purniawan
Kota Semarang

Berita Lainnya...