Edisi 15-05-2016
Telusuri Sosok si Selegram


ENDORSEMENT merupakan promosi media sosial yang cukup efektif, mudah, dancepat. Promosi langsung membidik calon pembeli potensial sesuai kriteria produk.

Caranya adalah para pemilik online shop meng-endorse artis/selegram/ fashion blogger dengan memberikan barang dagangan secara gratis. Fashion Design & Retail asal Semarang Dhievine mengaku ada anggaran marketing tahunan. “Dana ini digunakan untuk event dan promo online . Terkaitpromo online, anggaran yang dialokasikan tidak lebih dari Rp1 juta setiap satu orang yang akan jadi endorser,” kata desainer muda, Widya Andhika.

Salah satu kriteria dalam memilih sosok endorser di antaranya termasuk sosok yang berpengaruh (influencers ). Hal ini bisa dilihat dari jumlah follower di Instagram mencapai lebih dari 5.000 orang. respons follower pada setiap unggahan harus bagus, bisa dilihat dari komen dan like. “Dilihat lagi yang memberikan komen atau like bukan spam,” ucapnya. Kemudian, Dhievine akan mengirimkan produk sesuai kesepakatan.

Selama ini Dhika belum menemukan pengalaman yang tidak enak selama bekerja sama dengan endorser. Analisis di awal memiliki peranan penting meminimalisasi hal tersebut. “Jika ada pengalaman tidak enak berarti analisa pasar tidak begitu bagus karena sampai meng-endorse orang yang kurang kompeten,” ucapnya. Dhika mengaku akan tetap melakukan promosi seperti ini di waktu mendatang. Meski begitu, endorsement dinilaitidakberdampak dalam jangka waktu pendek.

“Endorsement salahsatumenggugahdanmenarikperhatianpencinta fashion. Brand akan lebih familier dan mendapatkan kepercayaan publik. Setelah itu diharapkan mereka akan terdorong belanja,” ucapnya. Pemilihan endorser memegang peranan penting dalam kesuksesan promosi online. Seperti yang dilakukan CR Shoes yang sudahmelakukanpromosiendorsement ke beberapa selebgram.

“Tergantung pemilihan endorser dan jumlah follower juga mempengaruhi,” timpalPemilikCRShoes, Chintiyana Rachmaditasari. Pertama kali menjalankan usaha ini tidak terpikir untuk promo lewat endorse selebgram. Meski dia mengetahui, promo ini memang sedang hits di dunia onlineshop. Hingga akhirnya dia mencoba meng-endorse dua sosok, yaitu artis dan bukan artis. Dari berbagai pengalaman menggunakan endorsement, akhirnyadiaberkesimpulanbahwaharus selegram yang mempunyai banyak followers dan memiliki aktivitas yangtinggi diakunnya.

“Kami akan mencari endorser tanpa perantara, Ada beberapa yang di-arahkan ke artis tersebut tanpa lewat manajer dan sebagainya,” katanya. Chintiya tidak mengalokasikananggarankhususdanmemilih endorsement gratis. Ini karena online shop-nya masih baru dan ingin menguji apakah ada kenaikan pemasaran yang signifikan dengan memakai endorsement. “Meskipun tetap tanya soal fee ke beberapa artis lain. Bahkan, sampai ada 1 postingan Rp 10 jt hanya bertahan 1 minggu,” ujarnya.

Chintiya memiliki pengalaman unik selama melakukan promosi endorse ke salah satu artis. Awalnya, dia menjalin komunikasi lewat media sosial Line dan mendapat respons yang sangat ramah dan tidak ribet, si artis langsung memilih barang tanpa banyak permintaan. Dia memilih beberapa barang sesuai warna dan model yang disukai. “Sudah beberapa kali endorse juga selalu kirim 1 barang 1 upload memang prosedurnyasepertiitu,” katanya. Sebelum diunggah ke akun media sosialnya pun dikirim terlebih dahulu.

Foto yang dikirim sudah mendapat persetujuan untuk di-upload. Namun, ada pula yang hasil foto kurang memuaskan karena saat diunggah di Instagram tidak fokus ke sepatu, produk yang dia pasarkan. Pengalaman lain yang kurang menyenangkan jika bertemu manajer artis karena mereka sering meminta produk juga. Sepatu handmade produksinya memang membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu sehinggaprosesagaklama.

Beragam pengalaman itu tak membuatnya jera. Promosi online seperti ini memberikan dampak ke penjualan. Pembeli ingin menggunakan produk yang sama dengan artis favoritnya. Kadang juga ada pembeli yang langsung via BBM kirim foto si artis dan ingin order produk serupa.

Hendrati hapsari


Berita Lainnya...