Edisi 15-05-2016
Lagu Resmi PON 2016 Sarat Unsur Folkroric Kasundaan


BANDUNG - Unsur folkroricatau ragam seni ilustrasi kasundaan menjadi hal utama dalam mengeksplorasi musik di acara pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 mendatang. Itu dilakukan sesuai dengan tema PON 2016, Berjaya di Tanah Legenda.

Ketua Tim Sembilan Bidang Upacara PB PON XIX/2016, Aat Suratin mengatakan, unsur kasundaan begitu besar menurut ketentuan konsep bihari, kamari, kiwari, baring supagidalam tema Berjaya di Tanah Legendadengan mewujudkan rasa syukur hidup di tanah legenda, ikhtiar besar untuk menjadi legenda hingga mengaktualisasikan sebagai legenda. “Intinya semua unsur kita perlakukan dalam sebuah orkestra.

Kalau salah unsur tentunya akan rusak. Konsep musik kita juga berbeda dengan PON-PON sebelumnya. Kita ingin munculkan karakter Jabar. Jadi bukan hanya budaya tapi ciri kreatornya dengan tema masa lalu, masa kini dan masa sekarang,” ujar Aat di Sekretariat Bidang Upacara PB PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jabar, Jalan Cipunagara, Kota Bandung, Kamis (12/5). Sementara itu Ismet Ruchimat selaku penata musik Bidang Upacara mengatakan, bahwa wujud tampilan dalam konstruksi pertunjukan tentu tertata dalam berbagai dimensi artistik seperti tradisi modern dan rural-urban.

Dalam dimensi ini, tampilan musik menjadi salah satu media penting untuk mengusung seluruh ekspresi tema pertunjukan. Aspek musik tradisi ‘kitch’ atau bahkan yang kontemporer sekalipun tentu menjadi pertimbangan dalam memilih referensi musical. Secara teknis, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini mengatakan konstruksi musical mengacu pada konsep garap yang dimaknai dengan istilah teknocestrayaitu pendalaman teknik pada orientasi penyatuan unsur-unsur teknis digitalis serta aspek-aspek orchestratif seperti threatmentdalam merepresentasi unsur-unsur idiophone, membraphonedalam sejumlah repertoarvokal(choir), orkestra gamelan, rampak kendang, penca, kecapi, serta perkusietnik.

“Implementasi musik dalam perhelatan ini mengacu kepada skenario gurilaps (gunung, rimba, laut, pantai dan sungai) yang begitu kuat. Sehingga memudahkan dalam menangkap realitas, pengalaman serta ekspresi yang kemudian dituangkan dalam referensial garap untuk mengusung substansi tema secara keseluruhan,” kata Ismet.

Musik yang disajikan lanjut Ismet terbagi atas beberapa kategori. Untuk lagu-lagu ofisial seperti lagu tema PON, mars PON, hymne PON dan lagu yang mengusung tema sportivitas. Sementara lagu atau komposisi musik yang bersifat ilustratif sesuai dengan skenario. Sedangkan lagu-lagu pop akan dibawakan oleh bintang tamu.

Muhammad ginanjar



Berita Lainnya...