Edisi 15-05-2016
Penangkar Benih Padi Lokal Gulung Tikar


INDRAMAYU– Para penangkar benih lokal di Kabupaten Indramayu berharap adanya bantuan modal dari pemerintah. Pasalnya kekurangan modal selama ini menghambat produksi benih.

“Penangkap benih mengalami ke sulitan modal,sehingga ti - dak mampu memproduksi be - nih secara maksimal,” ujar Rus dani,39 salah seorang pe - nangkar benih lokal asal Desa Plo sokerep, Kecamatan Terisi, Ka bupaten Indramayu. Rusdani menyatakan, mo - dal itu sangat dibutuhkan un - tuk membeli calon benih yang ak an ditangkarkan. Selama ini, para petani yang baru pa - nen selalu minta agar gabah me reka yang akan di tang kar - kan menjadi benih untuk di ba - yar tunai.

Untuk mengatasi masalah itu, penangkar benih terpaksa ha nya membeli gabah yang ak - an dijadikan calon benih dari ke rabat terdekatnya saja. Pa sal - nya, mereka rela gabahnya ter - sebut dibayar tunda. Gabah itu kemudian ditangkarkan hing - ga menjadi benih padi ber - kualitas. Setelah terjual, ba ru - lah dia bisa membayar gabah yang dibelinya dari ke ra bat nya. Rusdani menambahkan, se andainya memiliki modal yang cukup, maka dia bisa mem peroleh gabah untuk ca - lon benih dengan lebih mudah. Tak hanya sebatas dari kerabat terdekatnya saja, namun juga bisa membeli gabah dari pe ta - ni lainnya secara tunai.

“Selain modal, penangkar be - nih juga berharap agar benih lo kal yang diproduksinya bisa te rus diserap oleh pemerintah se - hingga tidak akan kesulitan men - cari para pembeli,” tutur nya. Ketua Asosiasi Penangkar Be nih Kabupaten Indramayu, Su tatang mengakui adanya ke - sulitan modal yang dialami pa - ra penangkar benih lokal di Ka - bupaten Indramayu. Bahkan dari 40 kelompok penangkar be nih padi di Kabupaten In dra - mayu, hanya tinggal 15 ke lom - pok yang masih ber pro duksi.

“Sejumlah penangkar be - nih lainnya terpaksa berhenti ka rena kekurangan modal,” kata Sutatang. Menurut Sutatang, modal yang dibutuhkan para pe nang - kar itu digunakan untuk me m - be li calon benih berkualitas yang akan ditangkarkan dan har ganya memang mahal. Su - tatang mengaku sangat pri ha - tin dengan banyaknya ke lom - pok penangkar benih padi lo - kal yang sudah tidak bisa ber - pr o duksi.

Pasalnya, keberadaan be - nih lokal yang berkualitas sa - ng at dibutuhkan para petani di Ka bupaten Indramayu. Ke ter - se diaan benih padi yang ber - kua litas terbantu dengan ada - nya benih hasil produksi pe - nang kar lokal. Menurutnya, kua litas benih hasil produksi penangkar lokal tersebut tak kalah dengan kualitas benih berlabel produksi BUMN. “Produksi benih hasil pe - nangkar lokal hanya mampu me menuhi 25 persen ke bu - tuh an petani di Kabupaten In - dramayu,” ungkapnya.

Menurutnya Kabupaten In dramayu memiliki pe nang - kar benih lokal melalui Prog - ram Pemberdayaan Benih di se jumlah desa yakni di Desa Ci - kamurang, Kecamatan Terisi, se luas 50 hektare. Selain itu, penangkaran be - nih oleh empat kelompok tani di Desa Wanakaya, Kecamatan Haurgelis, Desa/Kecamatan Kro ya, Desa Plosokerep, Ke ca - mat an Terisi dan Desa Kri mun, Kecamatan Losarang. Di ma - sing-masing desa itu terdapat sepuluh hektare lahan pe nang - karan benih lokal.

Tomi indra

Berita Lainnya...